Tekan Biaya Produksi Hingga 50 Persen dengan Modernisasi


Pertanianku – Kementerian Pertanian (Kementan) tengah berupaya modernisasi pertanian di Indonesia. Salah satunya dengan memberikan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) untuk meningkatkan produktivitas pertanian yang bertujuan menekan biaya produksi hingga 50 persen.

Foto: pixabay

Plt. Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Suwandi, mengungkapkan sejak 2015 Kementan telah melakukan “refocusing” anggaran sehingga porsi bantuan untuk petani menjadi fokus utama anggaran belanja Kementan dibandingkan pos anggaran lainnya.

“Melalui refocusing anggaran, Kementan dapat lebih memfokuskan anggaran untuk pemberian bantuan sarana produksi pertanian seperti benih, pupuk, ataupun alat dan mesin pertanian,” kata Suwandi melalui keterangan tertulis, seperti mengutip Antara (14/8).

Sebelumnya Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman memperkirakan petani bisa menghemat 30 hingga 50 persen biaya produksi dengan bantuan alsintan.

“Biasanya biaya tanam Rp2 juta, sekarang Rp1 juta. Ini teknologi swasembada pangan,” terang Mentan Amran saat berada di lokasi panen raya Kecamatan Ciparay, Bandung.

Modernisasi pertanian juga meningkatkan produktivitas pangan, yakni produksi gabah kering giling (GKG) mencapai 75,55 juta ton pada 2015. Angka tersebut meningkat 4,66 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 70,85 juta, sedangkan produksi pada 2016 lebih dari 79 juta ton.

Selain modernisasi pertanian, Kementan mengupayakan optimasi lahan pertanian, baik dengan mengamankan lahan-lahan yang produktif maupun mengoptimalkan lahan tadah hujan.

Optimasi lahan tadah hujan dilakukan dengan mengintensifkan pembangunan embung serta bangunan air lainnya. Kementan tahun ini memprioritaskan 4 juta hektare lahan tadah hujan IP 100 yang tersebar di Provinsi Kalimantan, Sulawesi, Papua, Maluku, Sumatera, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.

Hal tersebut bertujuan mewujudkan target. Untuk merealisasikannya, Kementan juga akan berkolaborasi dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Baca Juga:  Atasi Permasalahan Pangan, JK Usul Adanya Keppres Mengecilkan Ukuran Piring

“Pembangunan embung diharapkan dapat meningkatkan indeks pertanaman (IP) dari IP 100 satu kali tanam menjadi IP 200 dan IP 300 atau tiga kali tanam,” ungkap Suwandi.

loading...
loading...