Teknik Bertanam Mangga Alpukat dalam Pot agar Berbuah Lebat


Pertanianku — Perkembangan zaman telah menyediakan berbagai alternatif budidaya tanaman, salah satunya budidaya tanaman menggunakan media pot bila lahan sangat terbatas. Sosok tanaman kompak dan mudah berbuah membuat banyak orang tertarik untuk bertanam mangga alpukat di pot.

bertanam mangga alpukat
Foto: Google Image

Tanaman buah dalam pot (tabulampot) bisa jadi pilihan tepat karena akan mendapatkan kualitas buah yang bagus asal perawatan dilakukan secara intensif. Berikut ini teknik bertanam mangga alpukat dalam pot agar berbuah lebat.

  1. Pemilihan bibit

Pilihlah bibit yang memiliki kriteria mudah berbuah, sehat, berbatang kekar, percabangannya pendek, dan berdaun rimbun (subur). Selain itu, pilih bibit yang berasal dari perbanyakan dengan cara vegetatif (cangkok, okulasi, dan sambung pucuk).

Jangan memilih bibit yang sedang berbunga atau berbuah namun percabangannya belum terbentuk. Hal tersebut bisa menyebabkan terhentinya pertumbuhan vegetatif yang dibutuhkan sebagai awal pembentukan tanaman dalam pot.

  1. Pemilihan pot

Pilihlah pot yang ukurannya sesuai dengan tinggi tanaman buah mangga. Misalnya, tinggi tanaman 1,5 m, gunakan pot yang memiliki diameter 60 cm. Pot yang digunakan harus memiliki lubang di bagian bawah atau dasarnya berukuran sekitar 1 atau 2 cm dengan jumlah sekitar 4 hingga 6 lubang. Usahakan pot memiliki kaki.

  1. Pemilihan media tanam

Tanaman mangga alpukat dapat tumbuh subur pada media gembur dan mengandung banyak pupuk organik. Campuran media untuk tabulampot berupa tanah/pasir, pupuk kandang, dan sekam dengan perbandingan 1 : 2 : 1.

  1. Penanaman

Setelah bibit, pot, dan media tanam tersedia, segera lakukan penanaman, namun pastikan dasar pot sudah dilubangi. Isi bagian dasar pot dengan serutan gergaji atau pecahan genting, dengan ketebalan dari dasar pot 5—10 cm. Masukkan media tanam hingga setengah bagian pot.

Lepaskan bibit tanaman dari polibag, lalu masukkan ke pot dan atur posisinya. Timbun kembali dengan media tanam, tapi jangan terlalu penuh, lalu padatkan. Usahakan bagian sambungan atau okulasi masih terlihat 10—15 cm di atas permukaan media tanam, kemudian lakukan penyiraman.

  1. Pemeliharaan
Baca Juga:  Cara Menanam Buncis Tegak Tanpa Lanjaran

Kegiatan pemeliharaan meliputi penyiraman, penyiangan, pemupukan, dan pemangkasan. Penyiraman dilakukan dua kali sehari, pagi dan sore terutama di musim kemarau. Sementara di musim hujan, penyiraman dilakukan seperlunya saja. Penyiangan dua minggu sekali, yaitu dengan mencabuti rumput liar dan gulma pengganggu yang tumbuh dalam pot.

Pemupukan dilakukan dalam dua tahap, yaitu fase vegetati dan fase generatif. Pada masa pertumbuhan vegetatif (selama kurang lebih 1 tahun), bibit tanaman diberikan pupuk NPK setiap dua bulan sekali dengan dosis rendah.

Sementara, pada masa generatif ketika tanaman berumur 2 tahun ke atas, pemberian pupuk NPK 16—16—16. Ketika mendekati masa berbunga, pemberian NPK diganti dengan kandungan P dan K lebih tinggi daripada N-nya.

Pemangkasan dilakukan untuk membuang bagian tanaman yang tak lagi bermanfaat seperti tunas air, daun, ranting kering, atau batang-batang yang dijadikan tempat hidup benalu.