Teknik Budi Daya Kroto Modern


Pertanianku – Metode budi daya semut rangrang secara modern ini hampir tidak ada campur tangan dari alam. Semut rangrang hampir 100% tergantung kepada peternak dalam hal memperoleh tempat tinggal, pakan, dan asupan nutrisi. Bahkan, dapat dikatakan bahwa semut yang berkembang biak hingga beberapa generasi belum pernah melihat pohon. Adapun yang dimaksud dengan metode modern ini adalah teknik budi daya semut rangrang tanpa menggunakan pohon sebagai media pertumbuhannya.

Apa itu Kroto?

Ada beberapa metode modern dibedakan berdasarkan jenis media yang digunakan, yakni metode modern dengan menggunakan bambu, toples, dan pipa paralon (PVC). Sebelum membudidayakan semut rangrang di media, peternak dapat mencari induk semut dari alam atau membelinya dari pembudidaya lain. Jika ingin mendapatkan induk semut dari alam, dapat mencarinya di pepohonan, terutama pohon rambutan, mangga, jambu, jati, sukun, dan mengkudu.

Ratu semut penghasil telur biasanya berada dalam sarang pusat yang berukuran besar, biasanya terdiri atas 2—6 koloni. Barulah kemudian induk semut yang telah diperoleh tersebut dibudidayakan dalam media khusus. Hasil yang diperoleh dari budi daya kroto secara modern tentunya sudah dapat diprediksi. Kegiatan panen dapat dilakukan setelah dua minggu ataupun satu bulan masa budi daya. Dengan teknik pemanenan yang tepat, kontinuitas produksi kroto menjadi terjamin. Dengan demikian, peternak dapat memasarkan produknya secara berkesinambungan dan pendapatan yang diperoleh dari penjualan kroto tidak lagi sekadar menjadi penghasilan tambahan, melainkan menjadi penghasilan utama.

Perkembangan teknik budi daya kroto membutuhkan suatu proses yang tidak singkat. Pada tahap penelitian tentang tata cara budi daya semut rangrang tanpa pohon, penulis sering berdiskusi dengan pihakpihak yang memang berkompeten di bidang budi daya semut. Forum diskusi ini dinamai Ant Forum yang dikelola oleh mahasiswa suatu universitas di Belanda. Anggota forum ini berasal dari mancanegara, seperti Australia, Swedia, Filipina, Cina, dan Indonesia. Di forum ini, anggota dapat saling berdiskusi mengenai serba-serbi semut rangrang, termasuk topik mengenai perilaku semut.

Baca Juga:  Kandungan Gizi pada Daging Bebek Ini Bikin Takjub

Perilaku semut rangrang dalam membuat sarang inilah yang menginspirasi penulis untuk memilih media sarang buatan berupa toples plastik dan pipa paralon. Oecophylla smaragdina merupakan semut perajut andal karena mampu merajut sejumlah besar sarang hanya dengan waktu yang singkat. Bila sarangnya rusak, dalam hitungan jam saja sarang tersebut sudah diperbaiki kembali.

Awalnya, seorang peternak semut rangrang yang berasal dari Australia menggunakan tabung reaksi atau gelas berbentuk oval untuk berternak semut rangrang. Dari percobaan tersebut, tampak bahwa semut rangrang yang diisolasi dalam boks, diberi pakan, serta disediakan pipa gelas yang ujungnya diisi dengan air dapat membangun sarang dalam pipa tersebut. Sarangnya terbangun dari kumpulan jaring yang dibuat menggunakan telur semut yang digigit. Dari penelitian ini juga diketahui bahwa semut rangrang sangat membutuhkan tempat yang nyaman untuk berkembang biak. Tempat yang disukai semut rangrang adalah tempat yang sempit.

Semakin sempit tempat yang dihuni maka akan semakin cepat semut tersebut berkembang biak. Selama kurang lebih dua tahun diskusi dan riset terus berlanjut. Para anggota forum juga saling bertukar koloni semut dari negaranya masing-masing untuk membedakan spesies semut rangrang dan mempelajari perbedaan semut rangrang dari daerah lain. Forum ini sangat menginspirasi penulis dalam mengembangkan teknik budi daya semut rangrang tanpa pohon.

 

 

Sumber: Buku Kupas Tuntas Budidaya Kroto secara modern