Teknik Budidaya Jagung Hibrida dengan Hasil Panen Berlimpah


Pertanianku — Teknologi pertanian telah berkembang hingga dapat menghasilkan produk pertanian yang dapat menjawab kebutuhan. Salah satu hasil teknologi yang telah luas berkembang adalah benih hibrida yang salah satunya adalah benih jagung hibrida. Budidaya jagung hibrida akan memiliki peluang keberhasilan yang tinggi apabila dilakukan dengan metode dan teknik yang tepat.

Budidaya jagung hibrida
Foto: Shutterstock

Benih hibrida diperoleh dengan teknologi GMO (Genetic Modification Organism), yaitu pembuatan benih unggul dari hasil rekayasa dalam tahap genetis yang bertujuan meningkatkan hasil dari budidaya jagung hibrida itu sendiri.

Pemilihan bibit atau benih jagung hibrida yang baik

Dalam budidaya jagung hibrida, pemilihan benih adalah hal pertama yang paling penting untuk dilakukan. Benih jagung hibrida biasanya memiliki kemasan yang tertutup rapat untuk menjaga kualitas benih agar tetap terjaga. Oleh karena itu, Anda harus memilih bibit jagung yang memiliki kemasan yang baik.

Selain itu, Anda juga harus memeriksa tanggal kadaluwarsa bibit. Bibit yang telah kadaluwarsa meskipun masih bisa tumbuh, belum tentu bisa panen. Secara khusus perlu Anda perhatikan bahwa benih hibrida tidak dapat dibenihkan lagi. Benih ini didesain khusus untuk sekali pakai. Karena itu, untuk musim tanam berikutnya Anda harus membeli benih lagi.

Pola tanam jagung hibrida

Biasanya dalam kemasan benih jagung hibrida telah tertulis pola tanam yang dianjurkan untuk mendapatkan hasil yang optimal. Bila Anda telah terbiasa menanam jagung, sebaiknya, sesekali Anda membaca label yang ada pada kemasan.

Sebaiknya Anda mencoba dua teknik dalam satu lahan untuk menguji pola tanam yang sesuai dengan lahan Anda. Dalam budidaya jagung hibrida mungkin pola tanam yang Anda lakukan selama ini bisa lebih efektif. Selain riset dilakukan pada benih, riset juga dilakukan pada teknik pola tanam yang biasanya dilakukan di banyak tempat untuk menguji hasil.

Baca Juga:  Pengairan Sawah Lebih Hemat dengan Sistem Irigasi Pivot

Meskipun bibit yang kita beli adalah produk impor, biasanya tertulis wilayah yang diedarkan, misalkan terdapat tulisan “Untuk dijual dan diedarkan di Indonesia”. Oleh karena itu, Anda harus waspada karena karakteristik tanah setiap negara berbeda. Jadi, kita harus membeli dengan teliti.

Perhatikan penggunaan pupuk dan pestisida

Budidaya jagung hibrida memerlukan penanganan yang serius agar menghasilkan panen yang baik. Untuk pemupukan pada produk bibit hibrida, Anda harus memperhatikan kandungan pupuk dan waktu pemberian pupuk yang ada pada label yang biasanya ada pada kemasan.

Untuk produk dengan merek tertentu, mengharuskan petani untuk menggunakan pupuk dengan merek yang sesuai dengan produk yang ada. Pestisida atau obat yang Anda gunakan juga harus sesuai dengan petunjuk, hal itu karena biasanya produk hibrida di desain khusus tahan terhadap penyakit tertentu.

Karena itu, penggunaan bahan kimia pestisida dan obat yang tidak sesuai tidak akan mengatasi masalah yang timbul. Bisa jadi hama dan penyakit akan bertambah kebal pada obat dan pestisida yang Anda gunakan.

Produk hibrida untuk budidaya jagung hibrida memang berbeda dengan bibit lokal yang digunakan. Meskipun dikembangkan dengan menggunakan riset yang mahal dan memakan waktu, belum tentu cocok ditanam di areal pertanian Anda.

Sebelum menggunakan benih hibrida secara menyeluruh, sebaiknya tanamlah sebagian dengan bibit yang biasa Anda tanam, sebagian lagi bibit hibrida. Kemudian, Anda bisa memilih bibit mana yang lebih cocok untuk lahan pertanian Anda.