Teknik Budidaya Jamur Tiram Skala Rumah Tangga


Pertanianku — Teknik budidaya jamur tiram skala rumah tangga sebenarnya cukup mudah untuk ditiru. Jamur tiram merupakan salah satu jenis jamur yang cukup mudah dibudidayakan. Usaha jamur tiram banyak ditemui dengan mudah dan saat ini sudah banyak yang membudidayakan jamur tiram skala rumahan.

budidaya jamur tiram skala rumah tangga
Foto: Google Image

Ada beberapa hal yang perlu Anda lakukan jika ingin memulai bisnis jamur tiram skala rumahan. Apa sajakah itu? Yuk, simak ulasannya berikut ini.

  1. Persiapan sarana pendukung

Sarana pendukung dapat diartikan sebagai sarana yang harus disiapkan untuk proses produksi hingga panen. Ada beberapa sarana pendukung yang harus Anda siapkan, di antaranya bahan media tanaman budidaya.

Kemudian, siapkan pula sarana budidaya yang mencakup wadah pengukus, tungku perapian, tempat inokulasi, tempat inkubasi, pembakaran bunsen, kantong plastik, ring, kapas, penutup baglog, dan alat pengepres baglog. Selain itu, Anda juga harus menyiapkan sarana pembibitan dan sarana pemeliharaan serta panen.

  1. Persiapan bibit

Untuk mendapatkan hasil panen yang baik, maka diperlukan bibit yang baik pula. Dalam mempersiapkan bibit jamur untuk budidaya diperlukan ketepatan dan kecermatan. Sebab, jika salah dalam menentukan dan memperlakukan dapat menyebabkan miselium tidak tumbuh dengan baik.

Untuk memperoleh bibit jamur tiram, ada dua cara yang bisa Anda lakukan, yakni membuat sendiri dengan membiakkan bibit murni dan mendapatkan bibit F1. Atau, dengan membeli bibit F2, F3, atau F4 dari pembudidaya atau instansi penyedia bibit.

  1. Tahap budidaya

Adapun tahapan budidaya yang harus Anda lakukan di antaranya menyiapkan media tanam yang bisa digunakan sebagai tempat tumbuhnya jamur tiram. Kemudian, lakukan fermentasi media tanam sebelum digunakan untuk menanam jamur supaya terjadi proses pelapukan atau pengomposan pada media tanam.

Selanjutnya, lakukan sterilisasi pada media tanam yang sudah difermentasi dengan cara memasukkannya ke kantong plastik jenis polipropilen. Berikutnya baglog yang telah disterilisasi sebaiknya dipindahkan ke tempat inokulasi dan didiamkan selama 24 jam untuk mengembalikannya ke suhu normal.

Setelah itu, Anda bisa melakukan inkubasi dengan tujuan agar bibit yang telah diinokulasi segera ditumbuhi miselium. Untuk menunjang pertumbuhan miselium pada jamur tiram, idealnya ruang inkubasi memiliki suhu 24—29°C, kelembapan 90—100%, cahaya 500—1.000 lux, dan sirkulasi udara 1—2 jam.

  1. Pemeliharaan

Proses pemeliharaan sangat penting untuk dilakukan. Anda perlu melakukan pengamatan terhadap bibit. Hal terpenting dari pengamatan setiap hari adalah mengontrol suhu dan kelembapan di dalam kumbung karena pertumbuhan jamur sangat dipengaruhi oleh dua parameter tersebut.

Untuk menjaga suhu dan kelembapan dapat dilakukan dengan memperhatikan sirkulasi udara di dalam rumah kumbung. Bila suhu meningkat, ventilasi udara segera dibuka agar terjadi sirkulasi udara. Selain memperhatikan suhu dan kelembapan, Anda juga harus menghindari hama dan penyakit.

  1. Panen dan pascapanen

Panen merupakan saat yang paling ditunggu. Karena itu, seorang pembudidaya harus mengetahui kapan saat panen yang tepat, bagaimana cara memanen, dan apa yang dilakukan setelah jamur dipanen.

Agar jamur tiram yang dipanen tidak rusak, maka setelah pemanenan harus dilakukan penanganan dengan segera. Hal ini karena jamur tiram termasuk komoditas yang mudah rusak.