Teknik Budidaya Kerang Darah untuk Pemula

Pertanianku — Kerang darah merupakan salah satu jenis kerang yang populer di Asia Timur. Rasanya lezat, gizinya pun amat tinggi. Cara budidaya kerang darah dapat Anda pelajari dengan mudah, bahkan bila Anda seorang pemula sekalipun. Nah, ikuti tahap-tahapnya berikut ini.

budidaya kerang darah
Foto: Google Image

1. Tentukan lokasi budidaya

Lokasi budidaya kerang darah baiknya ada di bagian pinggir tambak atau di dalamnya. Kerang darah menyukai cekungan-cekungan dasar perairan di bawah pantai yang berlumpur. Pilih lokasi tambak yang berada di wilayah pasang surut dan terpisah dari tempat pengumpulan benih. Lingkari area budidaya Anda dengan pagar bambu.

Selama budidaya berlangsung, pastikan sirkulasi airnya lancar. Jaga pula kualitas air, caranya adalah dengan mengganti air dalam tambak minimal 2 minggu sekali. Kuras dengan cara menyurutkan air setengahnya, lalu tambahkan air baru. Hal tersebut bertujuan menjaga kualitas air tetap terjamin, dan kerang darah di dalamnya pun hidup sehat.

2. Tahap penyeleksian benih

Benih-benih diseleksi atau dikelompokkan berdasar ukuran. Tujuannya adalah agar benih-benih tersebut dapat tumbuh dengan ukuran yang sama. Selain itu, Anda bisa pula mengelompokkan berdasarkan keunggulannya. Semisal ukuran gemuk, warnanya lebih cerah, dan tidak memiliki luka pada tubuhnya.  

3. Proses penebaran benih

Langkah selanjutnya adalah menebarkan benih kerang darah. Tebarkan dengan kepadatan 2.000 ekor per m2. Saat ukuran kerang darah tersebut sudah lebih besar, kurangilah kepadatan tambah menjadi 200—300 per m2. Lakukan proses penebaran benih secara perlahan dan hati-hati agar kerang darah tidak menumpuk atau melukai tubuh satu sama lain.

4. Proses pertumbuhan

Kerang darah mampu tumbuh dan mencapai peningkatan berat tubuh hingga 400 persen atau 500 persen dari berat semula. Proses pembesaran tersebut bisa berlangsung selama kurang lebih 4—5 bulan jika proses perawatannya dilakukan dengan baik dan benar.

Baca Juga:  Begini Cara Merebus Kerang agar Tidak Alot

5. Pakan kerang darah

Bagian terbaik dari usaha budidaya kerang darah adalah kita tidak perlu menyediakan pakan untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Kerang darah mampu mencari pakan secara mandiri dengan memakan plankton-plankton yang terseret arus air. Untuk bisa memaksimalkannya, pemilihan lokasi yang tepat tentu menjadi pilihan yang wajib Anda pertimbangkan.

6. Pemberian insektisida

Larutkan sekitar 1 liter insektisida dengan bahan aktifendosulfan untuk diberikan pada 2 hektare kolam. Tiga hari setelah pemberian, buanglah air tambak secara terus-menerus untuk menetralkannya. Perlakuan tersebut dapat memberi dampak positif pada budidaya kerang darah Anda, karena mampu mengundang hadirnya plankton sebagai makanan kerang. 

7. Melindungi dari ancaman predator

Cara budidaya kerang darah yang benar harus diseratai antisipasi terhadap serangan predator yang merugikan. Predator-predator tersebut biasanya memangsa kerang darah saat berbentuk benih. Hewan yang diketahui sering memangsa kerang darah adalah siput. Awasi secara manual dan perhatikan setiap barang atau hewan yang masuk ke area tambak.

8. Pengendalian hama/penyakit

Keberadaan hama/penyakit merupakan musuh utama pembudidaya. Kewaspadaan perlu ditingkatkan saat musim hujan tiba. Ancaman banjir tidak hanya akan merusak ekosistem yang telah tercipta, tetapi juga membawa bibit hama/penyakit.

Loading...