Teknik Okulasi Tanaman untuk Tingkatkan Kualitas Buah


Pertanianku — Banyak teknik yang dilakukan para petani untuk meningkatkan kualitas buah tanaman mereka. Salah satunya adalah teknik okulasi. Okulasi (budding) adalah penggabungan dua bagian tanaman buah ataupun tanaman hias yang berlainan.

teknik okulasi
Foto: Google Image17

Penggabungan tersebut menjadi satu kesatuan yang utuh dan tumbuh sebagai satu tanaman setelah terjadi regenerasi jaringan pada bekas luka sambungan atau tautannya. Dengan penggabungan ini, diharapkan akan menghasilkan tanaman baru dengan kualitas unggul dari kedua pohon induk.

Cara melakukan teknik okulasi tanaman buah

 Pemilihan pohon

Untuk pohon pendonor atau sering disebut dengan entres, pilihlah pohon dengan kualitas buah unggulan. Sementara, pohon penerima/seling harus memiliki batang yang kokoh dan akar yang kuat. Keduanya harus jauh dari penyakit dan sudah berumur.

Saat memilih mata tunas, ambillah tunas kecil yang sehat. Jika pohon pendonor tidak memiliki mata tunas, cobalah memangkas daunnya. Hal ini dilakukan untuk merangsang pohon agar mengeluarkan tunas baru.

 Waktu pelaksanaan okulasi

Waktu terbaik melakukan okulasi adalah saat pohon sedang melakukan pembelahan sel kambium, biasanya terjadi pada pagi hari dimana pohon sedang melakukan fotosintesis. Sebaiknya, lakukan penempelan pada bulan-bulan kemarau.

Cara Okulasi

  1. Perlakuan awal

Batang bawah dibersihkan dari kotoran/debu terutama pada bagian yang akan dibuat sobekan untuk okulasi dengan cara mengusapnya dengan ibu jari dan telunjuk tangan.

  1. Pembuatan sayatan untuk tempat menempel entres

Gunakan pisau/silet tajam yang steril, dimaksudkan untuk meminimalisir terjadinya kontaminasi dan pembusukan pada tempelan. Kalau perlu masukkan ke cairan alkohol agar bakteri mati. Cara okulasi ini memiliki tingkat kesuksesan yang tinggi, tapi kita tidak dapat melakukannya pada semua tanaman.

Pada pohon pendonor, ambil sedikit area dekat mata tunas. Lakukan dengan sekali sayatan, inilah pentingnya menggunakan pisau yang tajam. Pada pohon penerima, buatlah sayatan horizontal lalu sayatan vertikal sehingga akan berbentuk huruf T. Sayatan jangan terlalu dalam supaya tidak mengenai jaringan kambium.

Baca Juga:  Kandungan Bahan Organik Jerami Padi yang Wajib Anda Tahu

Tarik ujung kulit pohon bagian kiri dan kanan ke bawah. Anda bisa melihat adanya celah untuk menyisipkan tunas dari pohon pendonor. Tinggal masukkan tunas dari pohon pendonor ke dalamnya. Ikat dengan tali dengan kuat.

Tutup celah yang ada, usahakan jangan sampai ada air dan udara yang masuk antara pohon penerima dan tempelan mata tunas. Hal ini dilakukan untuk menghindari air yang memicu pembusukan yang mengakibatkan dan udara yang menyebabkan kambium cepat kering.

Setelah okulasi sukses, segera lepas ikatan agar tunas bisa tumbuh dengan bebas. Tanda bahwa okulasi sukses adalah menyatunya tempelan dan mata tunas yang sudah tumbuh. Terakhir tinggal menunggu tanaman berbuah.