Teknik Panen Cacing Sutera


Pertanianku – Panen cacing sutera juga dapat dilakukan dengan teknik yang sederhana. Cukup mengambil cacing yang berada di dalam wadah beserta medianya, lalu diletakkan ke dalam wadah lain, kemudian dicuci bersih. Namun, untuk mendapatkan produksi cacing sutera yang berkelanjutan, pemanenan cacing sutera sebaiknya dilakukan secara bertahap. Selain itu, cacing sutera yang dipanen pada setiap wadah tidak boleh diambil seluruh populasinya, tetapi disisakan untuk menjadi bibit pada pemeliharaan berikutnya. Cara pemanenannya cukup dengan mengambil lapisan media bagian atas yang berisi koloni cacing sutera (biasanya pada ketinggian media >5 cm). Jadi, bagian yang diambil adalah lapisan atas media setebal 1—2 cm.

Aspek Ekonomi Budi Daya Cacing Sutera

Panen total hanya dilakukan jika kondisi media dalam wadah tidak cukup lagi untuk menyediakan makanan. Keadaan ini dapat diketahui setelah perkembangan cacing sutera terlihat lambat. Untuk produksi lebih lanjut setelah panen total, media yang ada harus dibongkar dan diganti dengan media yang baru. Indikasi pergantian media dalam wadah juga bisa dilakukan ketika mulai banyak cacing sutera yang mati pada media yang ada.

Waktu pemanenan cacing sutera sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari. Dalam memanen cacing sutera, dibutuhkan beberapa peralatan. Peralatan tersebut berfungsi untuk memudahkan ketika proses panen dilakukan. Beberapa peralatan yang dibutuhkan antara lain seser halus dan bak sortir lele (size 1—2 cm). Ada langkah-langkah yang harus dilakukan dalam memanen cacing sutera, yaitu sebagai berikut.

  1. Lakukan pengecekan kesiapan cacing sutera dari kolam yang akan dipanen.
  2. Ambil cacing sutera dengan tangan/alat lain, lalu masukkan ke dalam seser. Pengambilan dilakukan secara bertahap atau tidak sekaligus. Hal ini bertujuan untuk mengurangi kepadatannya dalam media sekaligus agar dapat dipanen lebih cepat pada periode berikutnya.
  3. Masukkan koloni cacing sutera yang masih menempel pada media ke dalam ayakan (bak sortir lele ukuran 1—2 cm), lalu digoyang-goyang Jika memungkinkan, pengayakan cacing sambil dialiri air sehingga bersamaan dengan pencucian tahap pertama. Pengayakan dan pencucian diulang sekitar 3—4 kali sampai kandungan lumpur benarbenar berkurang.
  4. Masukkan campuran cacing sutera dan media yang sudah diayak dan dicuci ke dalam seser cacing kembali. Setelah itu, peras kandungan airnya sehingga yang tersisa hanya gumpalan media dan cacing sutera.
  5. Masukkan gumpalan tersebut ke dalam wadah lain, lalu ratakanke semua permukaan wadah. Isi air ke dalam wadah tersebut dan buat ketinggian air sekitar 1—2 cm di atas tumpukan cacing danmedianya.
  6. Tutup wadah tersebut dengan rapat agar bagian dalam menjadi gelap dan panas, lalu biarkan selama 2—4 jam.
  7. Setelah 2—4 jam, buka penutup wadah dan akan terlihat cacing merah ini menggerombol di atas dan terpisah dari media.
  8. Ambil cacing yang sudah terpisah dari medianya dengan tangan.
  9. Masukkan cacing tersebut ke dalam bak penampungan untuk diberok selama 10—12 jam dengan air mengalir.
  10. Setelah diberok, cacing sutera siap dijual.

Cacing sutera yang sudah dipanen sebaiknya tidak langsung digunakan untuk pakan ikan. Untuk lebih meyakinkan, cacing sutera sebaiknya diletakkan dalam air bersih yang mengalir selama satu hari. Setelah itu, cacing siap dijual atau diberikan ke ikan.

 

Sumber: Buku beternak cacing Sutera Secara Modern

 

loading...
loading...