Teknik Pemberian Pakan Sapi Potong

Pertanianku — Teknik pemberian pakan sapi potong harus disesuaikan dengan fasenya. Setiap fase membutuhkan teknik yang berbeda karena setiap fase memiliki kondisi dan tujuan yang berbeda.

pakan sapi potong
foto: unsplash

Fase breeding

Pakan sapi potong yang utama diberikan saat indukan dan pejantan akan melakukan program perkawinan atau pembibitan adalah hijauan. Untuk hijauan seperti rumput segar dengan takaran 10 persen dari bobot tubuh, sedangkan hijauan dari serat kering seperti jerami sebanyak 3 persen dari bobot tubuh.

Loading...

Pada saat memasuki proses kehamilan dan menyusui, induk membutuhkan pakan tambahan karena membutuhkan banyak nutrisi untuk dirinya sendiri, janin, dan anakan sapi atau pedet.

Pada fase ini, selain hijauan yang jumlahnya (kuantitas) ditingkatkan, diberikan juga pakan penguat berupa konsentrat dengan jumlah pemberian sebanyak 2 persen dari bobot indukan.

Dosis pakan konsentrat ini diberikan selama indukan sapi hamil dan menyusui. Setelah indukan  selesai menyusui, dosis konsentrat akan diturunkan hanya menjadi setengah persen dari bobot tubuh. Sementara, untuk jumlah serat tetap.

Pemberian pakan untuk pejantan dilakukan dua kali dalam sehari sehingga dalam satu kali kesempatan pemberian pakan diberikan setengah dari kebutuhan pakan dalam sehari. Pemberian pakan untuk indukan yang sedang bunting dan menyusui, konsentrat diberikan terlebih dahulu sebelum hijauan.

Fase pedet hingga lepas sapih

Kebutuhan pakan bagi pedet dari lahir hingga lepas sapih adalah susu indukan, hijauan, dan konsentrat. Pedet akan lepas sapih pada umur 3—4 bulan atau maksimal 7 bulan. Setelah itu, pedet sudah siap untuk masuk tahap pembesaran.

Setelah lahir, pedet harus mendapatkan kolostrum dari indukan dengan cara menyusu secara langsung dengan indukan. Jika indukan tidak mahir menyusui, air susu yang mengandung kolostrum akan diperah dan diberikan kepada pedet.

Baca Juga:  Panen dan Pemasaran Ayam Kampung Unggulan

Kolostrum sangat penting untuk membentuk antibodi yang bagus untuk pedet sehingga pedet tidak mudah sakit serta memiliki pertumbuhan yang normal. Pada saat menyusui, pedet sudah dapat mengonsumsi hijauan secara alami.

Pedet dapat diberikan konsentrat saat berusia 2—3 bulan. Takaran yang diberikan hanya sedikit, sekitar satu genggam tangan orang dewasa.

Pembesaran

Tahap pembesaran berlangsung saat atau setelah berumur 3—4 bulan hingga mencapai usia 1,5—2 tahun. Pada tahap ini pakan yang diberikan adalah hijauan dengan porsi 75 persen dari kebutuhan total pakan anakan, yaitu 3 persen. Pada tahap ini juga diberikan konsentrat sebanyak 25 persen dari bobot tubuh dari 3 persen total kebutuhan pakan.

Loading...
Loading...