Teknik Pemecahan Buah Cokelat yang Benar

Pertanianku — Setelah buah cokelat dipanen, dikumpulkan, dan disortir sesuai dengan kelas kematangannya, langkah selanjutnya yang akan dilakukan adalah pemecahan buah cokelat. Proses panen harus dilakukan dengan benar agar kualitas buah tidak menurun.

pemecahan buah cokelat
foto: Pixabay

Gunakan pisau yang tajam untuk memotong bagian tangkai buah tepat di batang/cabang yang ditumbuhi buah. Dengan demikian, tangkai buah pun tidak tersisa di bagian batang atau cabang sehingga proses pembungaan selanjutnya tidak mengalami hambatan.

Selama proses panen, Anda harus menjaga agar batang atau cabang yang ditumbuhi buah tidak terluka. Hal ini karena luka tersebut dapat menyebabkan bunga pada periode berikutnya tidak tumbuh.

Pemecahan kulit buah dilakukan dengan menggunakan kayu bulat yang keras. Seseorang yang telah andal memecahkan buah cokelat sudah dapat melakukan kegiatan ini tanpa parang tajam yang kemungkinan dapat melukai biji cokelat.

Buah yang akan dipecah harus dipegang dengan menggunakan tangan kiri dengan bagian pangkal yang menghadap ke dalam. Selanjutnya, buah dipukul ke arah punggung buah dengan arah miring.

Apabila kulit telah terbagi menjadi dua, kulit bagian ujung dibuang dan tarik biji plasenta dengan menggunakan tangan kanan. Setelah itu, biji yang sudah keluar ditempatkan di atas lembaran plastik yang sudah disiapkan atau Anda juga bisa menggunakan keranjang bambu yang telah diberikan alas.

Setelah proses pemecahan buah cokelat selesai dilakukan, kulit buah sebaiknya dibenamkan pada areal penanaman. Pembenaman kulit cokelat berfungsi untuk menghindari adanya infeksi yang disebabkan oleh penggerek buah cokelat (PBC) yang dapat merugikan petani cokelat.

Apabila kulit buah cokelat tidak ingin dibenamkan, Anda dapat memanfaatkannya sebagai campuran pakan ternak atau campuran media tanam di polibag.

Baca Juga:  Manfaat Terung Lalapan pada Kuliner Khas Sunda

Pembenaman kulit buah cokelat dapat dilakukan pada tanah antarbarisan tanaman cokelat. Proses ini perlu dilakukan secara terencana dan benar agar proses ini dapat membuat areal kebun cokelat menjadi kaya unsur hara.

Lubang untuk membenamkan kulit buah cokelat tidak perlu terlalu dalam, maksimum hanya sekitar 0,5 m untuk menghindari kerusakan akar.

Sementara itu, biji yang sudah diperoleh langsung diolah di pabrik pengolahan. Biji akan melalui proses fermentasi (pencucian), pengeringan, sortasi, dan penyimpanan.