Teknik Pemijahan Labi-labi

Pertanianku — Labi-labi memang tidak tergolong ikan, tetapi bisa dibudidayakan di dalam kolam. Daging hewan air ini kerap dikonsumsi oleh masyarakat Bali dan NTB serta beberapa komunitas masyarakat di Jakarta. Salah satu kegiatan budidaya labi-labi adalah pemijahan. Pemijahan labi-labi perlu didukung dengan konstruksi kolam, persiapan kolam, dan penanganan proses pemijahan.

pemijahan labi-labi
foto: Pixabay

Konstruksi kolam

Kolam yang akan digunakan sebaiknya berbentuk persegi panjang dengan luas yang dapat disesuaikan dengan luas lahan. Umumnya, kolam pemijahan dibuat seluas 50—300m2 dengan ketinggian pematang 1,5—1,75 m. Bagian dasar kolam dilapisi oleh pasir, sedangkan bagian dinding pematang diusahakan tembok.

Pada salah satu sisi kolam dibuat kandang atau sarang bertelur seluas 2 m × 2 m × 1 m sebanyak tiga buah. Kandang telur dilengkapi dengan peneduh untuk melindungi telur dari sengatan sinar matahari dan hujan. Pada bagian dalam sarang diberikan pasir halus setebal 20 cm agar induk dapat menyembunyikan telurnya. Kandang ini dihubungkan dengan jembatan bambu yang terbuat dari anyaman bambu atau papan.

Persiapan kolam

Kolam pemijahan perlu dikeringkan selama 3—4 hari untuk mematikan bibit penyakit. Selanjutnya, induk dimasukkan ke kolam dengan perbandingan jantan dan betina sebesar 1:4. Artinya, kolam diisi oleh seekor jantan dan empat betina.

Pemijahan

Proses pemijahan biasanya berlangsung pada hari ke 7—12 hari setelah induk dimasukkan ke kolam. Induk akan bertelur pada malam hari, sekitar pukul 20:00—02:00. Seekor induk betina mampu menghasilkan 30—40 butir telur. Telur yang sudah dikeluarkan oleh induk harus segera dipindahkan ke dalam ruang inkubator atau ruang penetasan telur. Pengambilan telur yang berada di dalam pasir dapat dilakukan dengan tangan atau sekop.

Penetasan telur

Telur disusun secara teratur di dalam kotak penetasan berukuran 40 cm × 60 cm × 5 cm yang berisi pasir setebal 5 cm. Di dalam kolam disediakan baskom air yang dipasang sejajar dengan permukaan lantai. Baskom tersebut akan dibutuhkan oleh anak labi-labi setelah menetas dari cangkang.

Baca Juga:  Sosialisasi Peraturan tentang Penanggulangan Hama dan Penyakit Ikan

Selama masa penetasan, suhu ruangan harus stabil berkisar 29—33°C dengan tingkat kelembapan 85—95 persen. Telur labi-labi biasanya menetas setelah 40—45 hari pada suhu 30°C. Namun, tak jarang ada telur yang menetas setelah 60 hari.