Teknik Pendederan Kerapu di Bak


Pertanianku – Teknik pendederan kerapu di bak lebih terkontrol daripada tambak. Luasan wadah lebih sempit dan dapat dilakukan di dalam rumah (indoor).

  1. Persiapan wadah

Bak yang digunakan berkapasitas 10 ton terbuat dari beton berbentuksegi empat dengan masing-masing sudut tumpul dan ketinggian airnya  75—100 cm. Bak yang akan digunakan disterilisasi dengan kaporit 100 ppm, lalu dibiarkan selama 2 hari. Setelah itu, bak dicuci dengan detergen dan dibilas air tawar. Pemasangan aerasi dengan jarak 10 cm dari dasar bak serta adanya jarak untuk setiap aerasi sekitar 75—100 cm dengan penataan selang aerasi menempel di kedua sisi bak dan di tengah. Pengisian air laut ke dalam bak harus diberi filter bag di ujung pipa.

  1. Kualitas air

Kualitas air laut yang dibutuhkan pada fase pendederan di bak adalahsebagai berikut.

  1. Penebaran benih

Pendederan dibak dapat dilakukan langsung dengan padat tebar 4.000— 5.000 ekor/bak. Untuk lebih memudahkan pemeliharaan, dalam 1 bak bisadipasang waring berukuran 180 cm x 120 cm x 100 cm. Jadi, kepadatan setiap waring antara 1.000—1.250 ekor. Padat tebarnya bisa ditambah 3 ekor/m2 jika menggunakan kincir air.

  1. Pakan

Pakan pada fase pendederan bisa berupa udang rebon/jambret yang diberikan sampai kenyang dengan frekuensi 2 x sehari. Ikan rucah/teri juga diberikan sebanyak 3—5% dari bobot badan ikan dengan frekuensi 2 x sehari. Untuk pakan buatan diberikan sebanyak 10—15 g/pemberian dengan frekuensi 4—6 x sehari. Jika udang rebon dan ikan rucah tidak ada, dapat mengg unakan pakan buatan secara tunggal yang diberikan setiap jam mulai pukul 06.00—17.00 diberikan secara adsatiation (sekenyangnya).

  1. Grading

Grading dilakukan agar kerapu menjadi seragam dan berkurangnya kanibalisme. Grading biasanya dilakukan 1 x seminggu. Untuk kerapu,grading yang dilakukan biasanya berukuran 2,5—7 cm yang dilakukan  setiap 3—5 hari/sekali. Ikan kerapu berukuran 7—10 cm di-grading setiap 7 hari, sedangkan yang berukuran 50—200 g dilakukan sekali dalam sebulan.

  1. Pergantian air
Baca Juga:  Mendag Kritik Masyarakat Indonesia yang Konsumsi Ikan Olahan Impor

Kualitas air dapat dijaga dengan melakukan pergantian air secaraflowtrough >100% setiap hari. Selain itu, dilakukan penyiponan untuk  mengambil sisa pakan serta feses di dasar bak setiap pagi dan sore hari.

 

Sumber: Buku Bisnis dan Budi Daya Kerapu

loading...
loading...