Teknik Pengawetan Ikan dengan Pembekuan

Pertanianku — Nelayan sering menggunakan sistem pembekuan untuk mengawetkan ikan-ikan yang baru saja ditangkap. Teknik pengawetan ini terbilang lebih aman daripada teknik pengawetan ikan lainnya. Ikan yang sudah diawetkan dengan teknik pembekuan ikan disebut sebagai ikan beku.

pembekuan ikan
foto: pixabay

Pembekuan perlu dilakukan secepatnya setelah ikan ditangkap karena ikan merupakan bahan pangan yang mudah rusak. Ikan yang sudah ditangkap dan mati akan langsung mengalami proses pembusukan yang disebabkan oleh enzim dan bakteri.

Proses pembusukan tersebut akan semakin cepat apabila suhu udara sedang tinggi. Kondisi suhu udara yang tinggi sangat umum dijumpai pada daerah pesisir atau tengah laut. Setiap kenaikan 5°C, laju pembusukan meningkat menjadi 2 kali lipat.

Setiap 1 kilogram es batu mampu menyerap 80 kilo kalori panas tubuh ikan. Lelehan yang dihasilkan dari es batu tersebut berfungsi untuk menghanyutkan bakteri, lendir, dan darah pada ikan sehingga ikan cenderung lebih bersih.

Pengawetan dengan teknik pembekuan terbilang sangat aman, murah, dan mudah untuk dilakukan. Pendinginan ini dapat mendinginkan ikan secara cepat dan menjaga kondisi ikan agar tetap dingin dan lembap. Teknik pengawetan dengan pembekuan tidak akan merusak ikan apabila dilakukan dengan cara yang benar.

Ikan dapat dibekukan dan disimpan pada suhu -45°C. Pada suhu tersebut, reaksi enzimatis dan aktivitas mikroorganisme yang dapat membuat ikan membusuk akan berhenti. Anda harus melakukan proses pembekuan secepat mungkin. Penurunan suhu dari 0°C ke -5°C disarankan harus terjadi kurang dari 2 jam agar kualitas ikan yang sudah ditangkap tidak menurun terlalu jauh.

Ikan-ikan berukuran kecil seperti lemuru dan udang dapat dibekukan dalam bentuk blok, sedangkan ikan besar seperti tuna dapat dibekukan dalam bentuk individu. Ikan beku yang disimpan pada suhu -18°C dapat bertahan selama 4—10 bulan.

Baca Juga:  Siklus Hidup Rajungan

Umumnya, daya simpan ikan sangat bergantung pada spesies dan bentuk ikan ketika disimpan, seperti utuh, disiangi, atau sudah difilet. Selain itu, perlakuan yang diberikan sebelum proses pembekuan juga dapat memengaruhi lamanya daya simpan produk perikanan.