Teknik Perbanyakan Bibit Kombinasi

Pertanianku — Selain bibit generatif dan vegegatif, ada juga yang disebut sebagai bibit kombinasi. Bibit kombinasi merupakan hasil gabungan dari bibit vegetatif (batang atas) dengan bibit generatif (batang bawah). Penggabungan tersebut membuat kelemahan bibit batang atas yang berakal dangkal bisa tertutup oleh bibit batang bawah yang berasal dari biji. Begitu pun dengan kelemahan bibit batang bawah yang lambat berbuah bisa tertutup oleh bibit batang atas yang cepat berbuah.

bibit kombinasi
foto: Pertanianku

Teknik perbanyakan bibit kombinasi terbagi menjadi tiga jenis, yakni sambung, okulasi, dan susun.

Bibit sambung

Bibit sambung diperoleh dengan menggabungkan dua batang tanaman yang ditumbuhkan menjadi satu pohon. Untuk mendapatkan bibit sambung, perlu disediakan bibit batang bawah yang diperoleh dari semaian biji.

Bahan bibit batang bawah harus memiliki perarakan yang kuat, lebat, tahan serangan hama dan penyakit, tahan kekeringan dan tanah yang banyak air, berumur panjang, serta mudah beradaptasi dengan batang atas. Batang bawah sudah bisa disambung setelah berumur 1 tahun.

Sementara itu, bibit atas dipilih dari ranting atau cabang yang berumur sedang dan berdiameter sama dengan batang bawah. Penyambungan bisa dilakukan dengan berbagai teknik, yakni sambung celah, sambung lengkung, sambung lidah, sambung pelana, sambung akar, atau sambung cemeti.

Bibit okulasi

Bibit okulasi juga merupakan gabungan dari daun tanaman, batang bawah berasal dari bibit generatif dan bahan batang atas cukup menggunakan mata tunasnya saja. Hampir semua tanaman buah yang batangnya berkayu bisa diokulasikan.

Mata tunas diambil dari pohon induk yang sudah terbukti unggul. Mengokulasikan bibit harus dilakukan ketika cuaca cerah dan tidak hujan. Kelebihan dan kekurangan bibit okulasi hampir sama seperti bibit sambungan.

Baca Juga:  Usir Hama dengan Pestisida Alami Tanaman Ruku-Ruku

Bibit susuan

Teknik susuan sering dipakai untuk memperbanyak tanaman yang sulit dikembangbiakkan seperti avokad, belimbing, cempedak, duku, durian, dan beberapa tanaman buah lain. Batang bawah berasal dari biji yang disemai, sedangkan batang atas biasanya adalah cabang yang paling bawah. Batang atas tidak perlu dipotong sehingga bisa langsung disusukan pada tanaman induk.