Teknik Perbanyakan Tanaman Semangka

Pertanianku — Tanaman semangka dapat diperbanyak dengan dua cara, yaitu generatif dan vegetatif. Perbanyakan tanaman semangka secara generatif dilakukan melalui biji yang sudah diseleksi dan diproduksi secara khusus, sedangkan perbanyakan vegetatif dilakukan dengan teknik sambungan.

perbanyakan tanaman semangka
foto: pixabay

Perbanyakan generatif

Terdapat dua macam benih semangka terpilih, yaitu benih semangka bersari bebas (open pollinated) atau benih massa dan benih semangka hibrida (hibrida F1). Benih massa biasanya berasal dari varietas semangka yang berbiji, sedangkan benih hibrida biasanya dari varietas semangka yang berbiji dan tidak berbiji (seedless).

Benih semangka hibrida yang tidak berbiji dihasilkan melalui persilangan antara semangka biasa (diploid) dan semangka ganda (tetraploid). Jadi, semangka hibrida tidak berbiji adalah triploid. Walaupun demikian, untuk keperluan pengembangan usaha agribisnis, benihnya masih diimpor dari luar negeri, terutama Taiwan. Hal ini dikarenakan di Indonesia belum ada penangkar yang membibitkan.

Perbanyakan vegetatif

Perbanyakan dengan teknik sambung (enten) menggunakan batang bawah dari bibit semai labu air (Lagenaria leucantha Dutch Busby). Bibit labu air tersebut masih memiliki 2–3 helai daun atau masih berumur tiga minggu. Sementara itu, batang atas menggunakan bibit semangka unggul yang sudah berdaun dua helai (berumur dua minggu).

Penyambungan dapat dilakukan dengan menyambungkan tunas semangka unggul ke dalam celah batang bawah. Sebaiknya, penyambungan dilakukan di tempat yang agak teduh.

Selain labu air, semai waluh (Cucurbita moschata Duch ex Poir) juga dapat Anda gunakan sebagai batang bawah yang tahan penyakit layu fusarium. Penyambungan pada tanaman batang bawah yang telah dewasa sukar dilakukan karena batangnya berlubang.

Oleh karena itu, harus disisipkan pada pangkal batang. Caranya, bibit labu air (waluh) yang digunakan sudah memiliki dua helai daun. Ujungnya dipotong, lalu dibelah. Dasar entres (ujung batang semangka) dibuat baji, lalu disisipkan ke dalam celah batang bawah. Selanjutnya, batas penyambungan dibalut dengan tali rafia halus.

Bibit sambungan semangka biasanya dikembangkan di daerah yang tanahnya telah mengandung penyakit layu cendawan fusarium. Tujuannya untuk menghindari akar semangka menjadi busuk. Hal ini karena tanaman labu air tahan sekali (resisten) terhadap penyakit layu.