Teknik Sederhana Budidaya Bawang Kucai

Pertanianku Bawang kucai atau daun kucai adalah salah satu jenis tanaman rempah yang bisa dijadikan sebagai obat herbal. Namun, tak jarang bawang kucai juga dijadikan sebagai bahan masakan karena dikenal sebagai sayuran daun.

Bawang kucai
Foto: Google Image

Karena manfaat dan kegunaannya, banyak orang kini mulai melakukan budidaya bawang kucai untuk dijadikan salah satu usaha mereka. Berikut ini cara budidaya bawang kucai.

Pengolahan lahan tanam

Loading...

Lahan harus diolah terlebih dahulu dengan cara menggemburkannya dengan menggunakan cangkul atau bajak. Karena tanaman kucai menyukai pH sekitar 6—6,8, apabila terlalu asam maka perlu dilakukan pengapuran. Untuk satu hektare lahan, dibutuhkan sekitar 1.200 kg kapur pertanian.

Jika sudah, buatlah bedengan dengan ukuran sekitar 1—1,5 meter untuk lebarnya dan panjangnya menyesuaikan dengan panjang lahan tanam. Selanjutnya, lakukan pemupukan dasar dengan menggunakan pupuk organik dan pupuk TSP ataupun ponska.

Pemilihan bibit kucai

Kucai dapat diperbanyak dengan biji ataupun tunas/anakan/rumpunnya. Untuk mendapatkan bibit yang berkualitas, ambil bibit dari tanaman yang telah berumur sekitar 2—3 bulan dan tanaman tersebut sehat, bebas dari hama penyakit.

Penanaman bawang kucai

Umbi bibit yang telah didapatkan selanjutnya ditanam di lahan tanam. Umbi tersebut dimasukkan dalam lubang tanam yang dibuat dengan cara ditugal dengan jarak tanam sekitar 15—20 cm. Pada setiap lubang diisi dengan 3—5 anakan, lalu timbun kembali dengan tanah di sekitar umbi bibit dan padatkan. Penanaman ini baik dilakukan saat memasuki awal musim penghujan.

Perawatan tanaman kucai

Lakukan penyiraman pada tanaman kucai sebanyak sekali sehari apabila tidak turun hujan. Lakukan pula penyiangan terhadap gulma atau tanaman lain yang tumbuh di sekitar tanaman kucai, hingga masa panen penyiangan ini dilakukan sebanyak 2 kali.

Baca Juga:  Sayur dan Buah yang Banyak Mengandung Pestisida

Pemupukan

Untuk hasil yang lebih maksimal, lakukan pula pemupukan menggunakan pupuk NPK, urea dan TSP. Dosis yang dibutuhkan, yaitu 25—30 gram urea per m2, 15—25 gram TSP per m2, dan 20—40 gram NPK per m2.

Pengendalian hama dan penyakit tanaman kucai

Hama yang sering menyerang tanaman kucai antara lain jenis krokot kecil atau gremi. Pengendaliannya dapat dilakukan dengan melakukan penyiangan atau bisa juga setelah penanaman bibit disetiap sela diberi jerami. Penyakit yang sering menyerang tanaman kucai, yaitu busuk daun yang disebabkan oleh cendawan atau jamur dan juga penyakit bulai yang disebabkan oleh virus atau bakteri.

Loading...
Loading...