Teknik Tepat Budi Daya Sawo Agar Berbuah


Pertanianku – Sawo adalah tanaman buah yang memiliki rasa manis, berkulit tipis, dan berdaging buah yang tebal. Buah ini dapat dimakan secara langsung ataupun diolah menjadi makanan yang tak kalah lezat seperti sirup, es krim, selai, atau cuka.

Teknik Tepat Budi Daya Sawo Agar Berbuah

Sawo dapat tumbuh dengan baik di daerah yang memiliki iklim basah ataupun kering. Perawatan pohon buah ini cukup mudah dan bisa dilakukan meski tanpa keahlian bercocok tanam yang mumpuni. Sawo juga merupakan tanaman yang bisa dimanfaatkan kayunya. Jenis kayu yang dihasilkan mempunyai kualitas yang tidak kalah dengan kayu jenis lain. Jika Anda tertarik untuk melakukan budi daya sawo, berikut panduannya.

  1. Pembibitan

Tahap awal pada budi daya sawo, yaitu pemilihan bibit yang berasal dari cangkokan atau sambungan. Jika bibit berasal dari biji, akan lambat menghasilkan buah. Pilih bibit yang sehat dengan daun segar berwarna hijau dan sempurna serta bebas hama penyakit. Cari cabang atau ranting yang bagus, mulus, dan sehat. Tanaman sawo dari biji berbuah pada umur 7 tahun. Untuk melakukan pembibitan dengan biji, melalui cara berikut. Ambil biji dan keringkan selama 3–7 hari. Simpan beberapa waktu dan tanam dengan media pasir setebal 10–15 cm kemudian tutup lagi dengan tanah setebal 1–2 cm. Siram untuk menjaga tanah agar lembap. Setelah 7–15 hari, biji akan berkecambah. Setelah panjang kecambah 2–5 mm dapat segera dipindahkan.

Untuk bibit cangkokan dipilih dari batang yang sudah berumur 3–6 bulan dengan diameter batang 0,3–0,7 cm. Jika bibit dari sambung pucuk, ambillah batang dengan ketinggian 15–20 cm dari permukaan tanah, kemudian sayat membentuk huruf V sepanjang 3–5 cm. Sayat cabang sambungan sepanjang 4 cm sesuai ukuran sayatan. Sambung dan ikat dengan kantong plastik bening selama 10—15 hari. Bibit sambungan dan cangkokan bisa dipindahkan setelah umur 1,5–3,5 bulan.

  1. Pengolahan lahan
Baca Juga:  Teknik Mudah Pembibitan Buah Naga Agar Hasil Melimpah

Setelah pembibitan dilakukan, siapkan lahan tanam dengan membajak atau mencangkul tanah yang lebih dulu diberi pupuk kandang/kompos sebagai pupuk dasar. Jika tanah keadaannya terlalu asam, tambahkan dolomit/kapur pertanian. Selanjutnya, buatlah lubang tanam berukuran 30 cm dan beri pupuk urea dengan dosis 200 kg/hektar. Dosis bisa disesuaikan dengan kondisi lahan tanam. Jika sudah cukup subur, dosisnya dikurangi, dan jika telalu gersang bisa ditambahkan.

  1. Penanaman

Buatlah lubang dengan jarak tanam untuk sawo berukuran 12×12 m. Buat lubang tanam dengan ukuran 60x60x60 cm. Pisahkan tanah galian bagian atas sedalam 30 cm dan campur dengan pupuk kandang sebanyak 20 kg. Biarkan lubang tanam terjemur sinar matahari selama 1–2 minggu. Masukkan ke lubang tanam dan selanjutnya timbun dengan tanah galian atas. Lakukan penyiraman dengan teratur sehingga tanah tetap terjaga kelembapannya.

  1. Pemeliharaan tanaman

Lakukan penyiangan tanaman setelah 1–2 bulan tanam agar tanaman tumbuh maksimal. Pembubunan juga harus dilakukan untuk menggemburkan pada areal tanaman sawo juga untuk memperkokoh batang tanaman sawo. Berikan pemupukan sebanyak 250–500 gr urea per pohon per tahun sebelum berbuah. Berikan pupuk NPK 10:20:15 sebanyak 500 gr/pohon per tahun. Jika ingin menggunakan pupuk organik, berikan 10 kg pupuk kandang/pohon. Pemberian dilakukan di sekeliling lingkaran dengan lebar dan kedalaman 10 cm. Lakukan penyiraman paling sedikit 2 minggu sekali. Penyiraman dilakukan sampai tanaman berumur 3–4 tahun, selanjutnya berikan penyiraman jika tanah kering dan cuaca panas. Lakukan juga pemangkasan jika sudah mencapai ketinggian 20 m. Pemangkasan dilakukan pada batang yang sudah memiliki panjang 100–160 cm.

  1. Pemanenan

Sawo sudah bisa dipanen buahnya setelah umur 3–5 tahun. Buah yang masak memiliki ciri-ciri antara lain berukuran maksimal, kulit berwarna cokelat muda, daging buah yang lembek, dan mudah terlepas dari tangkainya. Buah ini dapat dipanen menggunakan galah berjaring agar tidak rusak karena jatuh ke tanah. Cuci dengan segera setelah panen dilakukan.

Baca Juga:  Hati-hati! Buah Ini Mengandung Pestisida Terbanyak