Teknik Tepat Memasarkan Belut dengan Bentuk Kelompok Tani


Pertanianku – Salah satu komoditas perikanan yang memiliki nilai ekonomis cukup tinggi adalah belut. Komoditas satu ini memang tidak akan pernah kehilangan pangsa pasar. Hal ini diungkapkan oleh salah satu pembudidaya belut bernama Zul asal Bogor, Jawa Barat. Ia mengatakan bahwa, baik pasar tradisional maupun pasar modern bisa menjadi tujuan pemasaran belut.

“Pasar lokal pun sesungguhnya cukup prospektif, baik ke pasar tradisional maupun pasar modern. Bahkan dapat juga dipasarkan melalui pedagang besar untuk tujuan ekspor. Sedangkan belut olahan dapat disalurkan ke toko oleh-oleh atau rumah makan,” ungkap Zul.

Zul menjelaskan, sebenarnya menjalankan budidaya belut itu cukup mudah dilakukan, bahkan bagi seorang pembudidaya pemula sekalipun. Banyak alasan yang membuat seseorang lebih tertarik membudidayakan belut. Ini karena belut memiliki beberapa keunggulan seperti pertumbuhannya relatif cepat, yakni bisa dipanen saat umur 3 bulan jika media tumbuh yang digunakan tepat dan sesuai.

Soal kendalanya, Zul mengatakan, yang dihadapi pembudidaya pemula biasanya karena tidak paham pasar sehingga khawatir sulit menjual belut saat panen.

“Banyak kasus pembudidaya belut justru membagi-bagikan hasil panennya kepada tetangga secara cuma-cuma karena bingung cara menjualnya,” lanjutnya.

Karena sebab itulah, Zul menyarankan kepada pemula agar tidak muluk-muluk, lebih baik fokus pada skala kecil terlebih dahulu.

Menurutnya, ketidaktahuan pembudidaya untuk memasarkan hasil panen belut dapat diatasi dengan komunikasi yang optimal antarsesama pelaku budidaya belut. Atau, membentuk kelompok tani sehingga dapat menciptakan solusi bersama.

“Di dalam kelompok tersebut akan terjadi kemitraan dan sinergi satu dengan lainnya. Bermitra dengan pelaku usaha besar bisa dilakukan untuk memasarkan hasil budidaya belut,” tambahnya.

Baca Juga:  Daging Ikan Wajib Segera Diolah, Ini Alasannya!