Teknologi BPRL Sukses Tingkatkan Hasil Petani di Cirebon

Pertanianku — Budidaya padi ramah lingkungan (BPRL) yang diterapkan di Kelompok Tani Ampel Jaya yang berada di Desa Karanganyar, Kabupaten Cirebon, menunjukkan hasil yang menggembirakan. Belum lama ini kelompok petani tersebut baru saja melakukan panen perdana setelah mengaplikasikan teknologi budidaya yang ramah lingkungan.

BPRL
foto: Pixabay

Berdasarkan hasil ubinan, rata-rata produktivitas sebesar 10,25 ton per hektare gabah kering panen (GKP) dengan hasil ubinan tertinggi sekitar 11,36 ton per hektare. Sementara itu, hasil ubinan petak petani yang tidak menerapkan BPRL dan tidak menggunakan varietas unggul rata-rata hanya 6,79 ton per hektare.

Pelaksanaan BPRL di Kelompok Tani Ampel Jaya digerakkan oleh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Barat. Selain itu, BPTP Jawa Barat juga mengajak petani menggunakan varietas unggul Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), yaitu varietas Inpari 32.

Teknologi BPRL memiliki ciri berupa aplikasi bio produk seperti agrimeth, agrodeco, dan bioprotector. Selain itu, budidaya ramah lingkungan ini juga lebih banyak menggunakan bahan organik dimulai sejak perlakuan benih, pengolahan lahan, pemupukan, hingga pengendalian OPT.

BPRL memiliki keunggulan berupa memperbaiki kualitas tanah, meningkatkan produktivitas, dan menghemat penggunaan pupuk kimia. Dengan begitu, biaya produksi bisa menurun dan pendapatan petani bertambah.

Percobaan BPRL yang diterapkan oleh Kelompok Tani Ampel Jaya terbukti berhasil menurunkan penggunaan pupuk anorganik sebanyak 49,21 persen atau hampir setara 50 persen. Misalnya, penggunaan pupuk urea yang biasa sebanyak 225 kg per hektare, kini dengan teknologi BPRL penggunaan urea hanya menjadi 100 kg per hektare.

Selanjutnya, penggunaan pupuk majemuk (phonska) biasanya sebesar 175 kg per hektare, setelah menerapkan teknologi ini penggunaannya hanya menjadi 100 kg per hektare. Penurunan jumlah kebutuhan pupuk anorganik membuat biaya produksi per hektare berkurang sebanyak Rp475.000 per hektarenya.

Baca Juga:  Bambu, Tanaman Penghasil Oksigen yang Kian Menipis

Kepala BPTP Jawa Barat, Dr. Yiyi Sulaeman berharap kegiatan panen Kelompok Tani Ampel Jaya ini dapat memberikan dampak positif bagi petani di Kabupaten Cirebon, terutama untuk meningkatkan produksi padi.

“Pada kesempatan ini saya juga menganjurkan pada petani agar senantiasa meningkatkan produksi padi melalui penerapan teknologi tepat guna melalui bimbingan para penyuluh,” ujar Yiyi seperti dikutip dari laman litbang.pertanian.go.id.