Teknologi Budesari Kedelai dan Jagung Mampu Tingkatkan Pendapatan

Pertanianku — Ketahanan pangan dan kesejahteraan petani merupakan sasaran utama dari pembangunan pertanian di Indonesia. Untuk mewujudkan itu, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) mengembangkan teknologi budesari (budidaya tumpangsari) kedelai dan jagung.

teknologi budesari
foto: pixabay

Dilansir dari laman Kementerian Pertanian Badan Litbang Pertanian pada lima tahun belakang ini produksi tanaman jagung yang ditanam petani terus meningkat. Petani di Indonesia biasanya menanam jagung dengan menerapkan pola monokultur dengan jarak tanam 80 cm × 40 cm, satu lubang tanam untuk dua tanaman. Atau, 80 cm × 20 cm untuk satu lubang tanam dengan populasi tanaman sekitar 62.500 tanaman/hektare.

Budesari singkatan dari budidaya tumpangsari, dianggap mampu meningkatkan produksi dan pendapatan dengan cara menanam jagung secara tumpangsari dengan kedelai. Petani bisa memproduksi jagung sebanyak 4,8—8,2 ton/hektare.

Loading...

Pada lorong baris kebun jagung dapat ditanami oleh lima baris kedelai dengan jarak tanam sebesar 30 cm × 15 cm atau populasi kedelai yang dapat ditanam dengan pola monokultur sebanyak 62 persen.

Rentang produksi kedelai akan tergantung dengan produksi jagung. Makin subur tumbuhan jagung, produksi kedelai akan semakin menurun karena pohon kedelai akan berada di bawah naungan pohon jagung yang tumbuh meninggi. Namun, tanaman tetap berproduksi sehingga akan tetap memberikan hasil yang lebih baik. Dengan begitu, kedua komoditas ini saling melengkapi satu sama lain.

Keuntungan yang diperoleh dari budesari, salah satunya adalah meningkatkan produktivitas lahan karena dalam satu musim tanam dapat dilakukan panen lebih dari satu kali. Selain itu, menghemat biaya pengolahan tanah dan perawatan tanaman.

Budesari juga dapat menekan angka risiko kerugian akibat gagal panen dan dapat mendatangkan keuntungan lebih tinggi. Sebab, setiap tanaman yang ditanam memiliki nilai jual berbeda.

Baca Juga:  Kopi Blawan Asli Indonesia Dihargai Mahal di Jerman

Dengan teknologi budesari, para petani dapat menghasilkan keutungan yang lebih besar. Misalnya saja, jagung yang akan didapatkan sekitar 4,8—8,2 ton/hektare dan kedelai sebesar 0,8—1,3 ton/hektare. Keuntungan yang akan didapatkan sebesar Rp16,4 juta—Rp25,5 juta /hektare.

 

Loading...
Loading...