Teknologi Budidaya Ikan Bubara untuk Memacu Produksi Ekspor

Pertanianku — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) terus mendorong peningkatan budidaya ikan bubara (Caranx sp.) untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan pasar ekspor. Ikan yang kerap dikenal dengan nama ikan kuwe ini memiliki serapan pasar yang relatif bagus karena rasanya lezat.

budidaya ikan bubara
foto: http://www.sipardi.gorontalokab.go.id/

“Melalui kegiatan perekayasaan yang cukup panjang, ikan bubara telah berhasil dibenihkan secara massal oleh tim teknis BPBL Ambon sejak tahun 2018, setelah sebelumya kebutuhan akan ikan bubara di pasar hanya dipenuhi oleh hasil tangkapan dari alam,” ujar Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Tb. Haeru Rahayu seperti dikutip dari laman kkp.go.id.

Pada 2020 BPBL Ambon telah berhasil memproduksi calon induk ikan bubara sebanyak 149 ekor, kemudian menyebarkan bantuan sebanyak 23 ribu ekor benih ikan kepada pembudidaya di wilayah kerjanya.

Ikan bubara merupakan komoditas perikanan laut bernilai ekonomi tinggi. Hal ini karena masyarakat Indonesia Timur sangat menyukainya. Hampir semua restoran yang berada di wilayah Indonesia Timur menyajikan bubara sebagai menu khas yang terkenal lezat.

Tb. Haeru menjelaskan saat ini BPBL Ambon sudah menyempurnakan teknologi pembesaran ikan bubara di keramba jaring apung (KJA).

Perekayasa Ahli Madya BPBL Ambon, Hariyano, telah berkecimpung dalam kegiatan budidaya ikan bubara sejak 2008 silam. Ia menjelaskan ikan ini sudah menjadi salah satu komoditas favorit pembudidaya KJA di Maluku karena laju pertumbuhannya cepat.

Selain itu, ikan hanya perlu dipelihara selama 5—6 bulan untuk mencapai ukuran konsumsi. Selain itu, daya tahan tubuh ikan terhadap penyakit tinggi, mudah diberi pakan, dan tingkat kelangsungan hidupnya mencapai 90 persen.

“Ikan bubara ini juga memiliki harga jual yang cukup tinggi. Seperti di Kota Ambon yang mencapai Rp65 ribu hingga Rp80 ribu per kg untuk size ikan 2—3 ekor per kg. Harga jual ini juga cukup stabil bahkan tidak terpengaruh oleh pandemi COVID-19 yang berlangsung sejak tahun lalu sehingga semakin banyak pembudidaya melirik peluang usaha pembesaran ikan bubara di KJA ini,” tutur Hariyano.

Baca Juga:  Memahami Metode Penetasan Artemia Sebagai Pakan Alami Udang

Hariyano menjelaskan, kualitas perairan berperan penting dalam pembesaran ikan bubara. Provinsi Maluku memiliki kondisi perairan yang cocok untuk memaksimalkan pertumbuhan ikan ini. Oleh karena itu, budidaya ikan bubara di KJA yang berada di wilayah tersebut bisa berkembang dengan cepat, seperti di Kota Ambon, Kabupaten Seram Bagian Barat, Kota Tual, dan Kabupaten Maluku Tenggara.