Teknologi Coating untuk Menjaga Tingkat Kesegaran Buah

Pertanianku — Daya saing komoditas buah dan sayur terletak pada mutu penampilan buah, rasa, kualitas nutrisi, dan keamanan untuk dikonsumsi. Namun, kondisi buah yang sudah dipanen secara alami akan layu dan membusuk karena proses respirasi (perombakan secara oksidasi) dan transpirasi (air keluar melalui stomata). Teknologi coating dapat menjadi solusi untuk meminimalisir kondisi tersebut sehingga tingkat kesegaran buah tidak menurun secara drastis.

tingkat kesegaran buah
foto: Pixabay

Buah yang sudah dipanen secara alami akan mengalami pengurangan lapisan lilin pada buah. Kondisi respirasi dan transpirasi dapat dicegah dengan memberikan lapisan yang terbuat dari bahan yang aman dimakan (edible coating). Beberapa bahan yang aman digunakan adalah polisakarida, protein, lemak, resin, dan komposisi dengan bahan tambahan seperti antimikroba, antioksidan, antibrowning, flavor, dan pewarna.

Lapisan bahan tersebut dapat diberikan dengan cara direndam, disemprot, dan dikuas. Pelapisan tersebut dapat mengurangi risiko food loss dan food waste. Salah satu produk yang telah direkomendasikan oleh Direktur Jenderal Hortikultura untuk menjaga kesegaran buah dan sayur adalah chitasil edible coating berbasis alam (chitosan).

Chitosan dapat diberikan dengan cara pencelupan coating selama 1—3 menit pada buah dan sayuran. Setelah itu, chitosan mampu mempertahankan kesegaran produk lebih baik. Daya tahannya dapat berlangsung selama satu hingga dua minggu, bergantung pada jenis produk.

Produk tersebut sudah memenuhi standar keamanan dan kesehatan produk serta mampu menurunkan risiko food loss dan food waste hingga 1.750 ton. Dengan begitu, keuntungan yang didapatkan petani buah dapat lebih besar. Produk yang dihasilkan pun bisa menyasar pasar luar negeri.

Konsumen lebih menyukai produk hortikultura yang selalu fresh dan memiliki penampilan yang menarik. Itu sebabnya kesegaran produk menjadi poin penting pada produk buah dan sayur. Dengan tampilan yang segar, konsumen dapat tertarik untuk mencicipinya, apalagi ditambah dengan rasanya yang lezat. Oleh karena itu, buah yang terlihat segar cenderung lebih mahal dibanding buah dengan tampilan biasa saja.

Baca Juga:  Kiat Menangani Jamur Segar agar Tidak Mudah Rusak