Teknologi Hermetik Efektif Memperpanjang Masa Simpan Biji-bijian

Pertanianku — Hermetik merupakan teknologi yang digadang-gadang aman dan ramah lingkungan untuk melindungi biji-bijian dalam penyimpanan. Dalam teknologi hermetik, bahan pangan disimpan dalam ruangan kedap udara dan air. Metode penyimpanan ini merupakan sistem penyimpanan tertutup yang berisi atmosfer termodifikasi.

teknologi hermeti
foto: Pixabay

Atmosfer tersebut berasal dari efek respirasi yang menghasilkan kondisi rendah oksigen dan tinggi karbon dioksida dalam kemasan. Permeabilitas yang rendah dari kemasan terbukti dapat menjaga kadar air tetap rendah di dalam kemasan.

Kondisi hermetik dapat dibuat dengan menyimpan bahan pangan di dalam wadah yang kedap udara dan air, serta dapat ditutup rapat. Jenis bahan yang dapat digunakan bervariasi, seperti plastik yang bersifat barrier (penghalang) terhadap udara dan uap yang tinggi.

Melansir dari laman litbang.pertanian.go.id, hasil penelitian Rachmat dan kawan-kawan dari Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian (BB Paspa) menunjukkan penggunaan plastik hematik terbukti efektif melindungi beras pecah kulit. Hasil penelitian tersebut menunjukkan adanya penurunan kadar oksigen penyimpanan selama 8 bulan, yakni dari 21 persen turun menjadi 8—10 persen.

Efektivitas penggunaan teknologi hermetik sudah banyak ditelti dan dikaji. Melansir dari laman yang sama, Sutrisno dari Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Padi (BB Padi) telah melakukan kajian dengan menyimpan padi varietas Ciherang selama lima bulan.

Hasil kajian tersebut menunjukkan penggunaan plastik superbag yang bersifat hermetik menghasilkan rendemen giling. Plastik tersebut berhasil melindungi beras dari serangan hama pascapanen selama tiga bulan penyimpanan. Bahkan, belum ditemukan serangga di dalam kemasan beras aromatik mentik wangi.

Dari beberapa penelitian menunjukkan kemasan yang bersifat hermetik dapat menekan populasi serangga hidup bila dibandingkan dengan kemasan lain. Penelitian Kamsiati dan kawan-kawan juga menunjukkan hal serupa, kemasan hermetik laminat juga dapat mempercepat kematian Sitophilus oryzae yang kerap menyerang beberapa varietas beras.

Baca Juga:  Jenis Bambu Hias yang Populer di Indonesia

Hasil penelitian BB Paspa, penyimpanan jagung secara hermetik dapat menghasilkan jagung dengan kandungan aflatoksin yang masih aman di bawah 3 ppb untuk jenis aflatoksin B1. Kondisi tersebut berlangsung selama tiga bulan dan kerusakan fisik yang terjadi masih di bawah 2 persen. Sementara itu, kadar pati, kadar lemak, dan kadar protein masih relatif stabil jika jagung disimpan selama tiga bulan.

Efek perlindungan yang diberikan oleh kondisi hermetik adalah penurunan oksigen dan peningkatan karbon dioksida. Kondisi tersebut dapat menekan pertumbuhan dan membunuh serangga hama serta cendawan pascapanen yang kerap menyerang biji-bijian selama penyimpanan.