Telur Buaya Muara Menetas di Kebun Sawit Agam

Pertanianku Telur buaya muara (Crocodylus porosus) menetas di kebun sawit warga di Joron Ujuang Labung, Nagari Tiku Lima Jorong, Kecamatan Tanjungmutiara Kabupaten Agam, Sumatera Barat pada Senin (1/4).

Telur buaya muara
Foto: Pixabay

Kepala Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Resor Agam, Syahrial Tanjung didampingi Pengendali Ekosistem Hutan, Ade Putra mengatakan, berdasarkan pemantauan di lapangan terlihat keseluruhan telur telah menetas.

“Ini terlihat dari kerabang telur yang ada di sarang. Anak buaya tersebut berkeliaran di sekitar sarang dengan ukuran berkisar antara 20 sentimeter,” katanya, Selasa (2/4).

Loading...

Syahrial menyampaikan bahwa pihaknya belum dapat memastikan jumlah individu anak buaya tersebut karena induknya masih mengawasi dan menjaganya dengan agresif. Apabila ada yang mendekat, induk buaya dengan panjang empat meter itu akan menyerang untuk melindungi anak-anaknya.

“Kami akan memantau secara ketat dan intensif anak buaya itu untuk beberapa hari ke depan,” ujar dia.

Syahrial mengungkapkan, pemantauan ini untuk memastikan anak-anak satwa dilindungi tersebut kembali ke rawa habitatnya semula yang berjarak 300 meter dari lokasi sarang tersebut. Dia memperkirakan dalam satu pekan ini anak dan induk buaya akan ke rawa. Anak buaya ini bertahan hidup sampai dewasa sekitar 50 persen akibat dimangsa satwa lain dan buaya dewasa.

Lebih lanjut Syahrial, buaya muara dengan panjang sekitar empat meter itu ditemukan warga bertelur di lahan perkebunan sawit pada Jumat (4/1) sekitar pukul 11.00 WIB. Berdasarkan temuan itu, warga melaporkan ke Bhabinkamtibmas Nagari Tiku Lima Jorong dan Bhabinkamtibmas langsung memberikan informasi ke BKSDA.

Pihaknya langsung ke lokasi dan rupanya buaya itu sedang bertelur. BKSDA memasang papan imbauan dan melakukan pemantauan secara intensif di lokasi itu karena buaya akan menunggui telur tersebut sampai menetas.

Baca Juga:  Memelihara Kambing yang Sedang Bunting

“Telur buaya menetas sesuai prediksi kita sekitar 80 hari atau pada awal April 2019,” katanya.

Loading...
Loading...