Telur Itik Menetas Tidak Tepat Waktu, Ini Alasan dan Cara Pencegahannya

Pertanianku— Penetasan telur itik lebih efektif dilakukan dengan menggunakan mesin tetas. Umumnya, mesin tetas telur itik sama seperti mesin tetas telur ayam, tetapi tingkat kelembapan yang dibutuhkan lebih tinggi dan waktu penetasan lebih lama.

telur itik
foto: Pixabay

Telur itik dapat disimpan selama 3 hari di dalam suhu kamar (25–27°C) pada musim hujan, sedangkan saat musim kemarau bisa bertahan selama 6 hari. Apabila telur disimpan lebih dari waktu tersebut, telur akan fertil lalu mati.

Umumnya, telur itik membutuhkan waktu selama 28 hari untuk menetas. Namun, tak jarang, ditemui kasus telur yang menetas terlalu cepat atau bahkan terlalu lama, melebihi waktu normal tetas telur.

Waktu penetasan yang tidak tepat merupakan salah satu kasus kegagalan penetasan yang kerap dialami peternak. Biasanya, kasus kegagalan penetasan juga karena adanya gumpalan darah di dalam telur yang dapat diketahui saat proses peneropongan, tingkat kematian embrio tinggi, DOD menderita kekeringan, dan pusar DOD basah serta tidak menutup dengan baik.

Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan kejadian tersebut. Berikut ini faktor penyebab kegagalan telur itik menetas dan cara pencegahannya.

Telur menetas terlalu dini

Kegagalan akibat telur itik menetas terlalu dini karena suhu kelembapan di hari pertama hingga hari ke-19 terlalu tinggi. Selain itu, penetasan yang terlalu dini juga bisa disebabkan oleh ukuran telur terlalu kecil.

Untuk mencegah telur menetas terlalu cepat, Anda perlu melakukan seleksi telur sebelum telur-telur ditetaskan. Selanjutnya, kurangi jumlah air yang berada di dalam bak mesin tetas. Terakhir, atur suhu dan ventilasi mesin penetasan.

Telur menetas terlambat

Penetasan yang terlambat dapat disebabkan oleh suhu dan tingkat kelembapan pengeraman terlalu rendah. Selain itu, telur yang terlambat menetas juga karena ukuran yang terlalu besar dan sudah tua.

Baca Juga:  Jenis Tanaman Sumber Makanan Lebah Trigona Penghasil Propolis

Kejadian ini bisa diatasi dengan melakukan seleksi telur sebelum ditetaskan, lakukan pengaturan thermostat dan ventilasi, serta isi bak air hingga 2/3 bagian.