Temperatur Untuk Tanaman Cokelat


Pertanianku – Pengaruh temperatur terhadap cokelat erat kaitannya dengan ketersediaan air, sinar matahari, dan kelembapan. Faktor-faktor tersebut dapat dikelola melalui pemangkasan, penataan tanaman pelindung, dan irigasi. Temperatur sangat berpengaruh terhadap pembentukan flush, pembungaan, serta kerusakan daun Menurut hasil penelitian, temperatur ideal bagi pertumbuhan cokelat adalah 30°—32° C (maksimum) dan 18°—21° C (minimum).

Jenis-Jenis Cokelat Berdasarkan Kelompoknya

Cokelat dapat juga tumbuh dengan baik pada temperatur minimum 15° C per bulan dengan temperatur minimum absolut 10° C per bulan. Temperatur ideal lainnya bagi pertumbuhan cokelat adalah 26,6° C, yang erat kaitannya dengan distribusi tahunan 23,9—26,7° C masih baik untuk pertumbuhan cokelat asalkan tidak didapati musim hujan yang panjang. Berdasarkan keadaan iklim di Indonesia, temperatur 25°—26° C merupakan temperatur rata-rata tahunan tanpa faktor pembatas. Oleh karena itu, daerah-daerah tersebut sangat cocok jika ditanami cokelat.

Temperatur yang lebih rendah 10° C dari yang dituntut oleh tanaman cokelat, akan mengakibatkan gugur daun dan mengeringnya bunga sehingga laju pertumbuhannya berkurang. Di Trinidad, temperatur konstan 31° C menyebabkan tanaman tumbuh abnormal, walaupun di Ghana temperatur 33,8° C tidak mengakibatkan pengaruh buruk terhadap tanaman. Dengan demikian, temperatur tidak berdiri sendiri dalam mempengaruhi tanaman cokelat.

Temperatur yang tinggi akan memacu pembungaan, tetapi kemudian akan segera gugur. Pembungaan akan lebih baik jika berlangsung pada temperatur 26°—30° C pada siang hari dibandingkan bila terjadi pada temperatur 23° C. Demikian juga temperatur 26° C pada malam hari masih lebih baik pengaruhnya terhadap pembungaan daripada temperatur 23°—30° C. Jumlah flush maupun luas daun lebih besar pada suhu rendah, demikian juga waktu hidupnya.

Pengalaman PT Perkebunan XIII menunjukkan bukti bahwa temperatur tinggi selama kurun waktu yang panjang berpengaruh terhadap berat biji. Temperatur yang relatif rendah akan menyebabkan biji cokelat banyak mengandung asam lemak yang tidak jenuh.

Baca Juga:  Langkah Mudah Menanam Jengkol di Lahan Sempit

Pada areal tanaman yang belum menghasilkan (TBM), kerusakan tanaman sebagai akibat dari temperatur tinggi selama kurun waktu yang panjang ditandai dengan matinya pucuk (dieback). Daun cokelat masih toleran sampai suhu 50° C untuk jangka waktu yang pendek. Temperatur yang tinggi tersebut menyebabkan gejala necrosis pada daun.

 

 

Sumber: Buku Budidaya Cokelat