Tentukan Waktu Tanam Cabai yang Tepat


Pertanianku – Ketepatan waktu tanam merupakan salah satu kunci sukses dalam menekan biaya produksi cabai keriting. Prinsipnya, penentuan waktu tanam didasarkan pada musim dan kebutuhan pasar. Di Indonesia terdapat dua musim, yaitu hujan dan kemarau. Penentuan waktu penanaman di dua musim tersebut membawa konsekuensi terhadap biaya  produksi yang berbeda di kedua musim tersebut, khususnya terhadap ketersediaan air dan gangguan hama dan penyakit yang berbeda.

Penyemaian benih Cabe Rawit

Pada musim hujan, ketersediaan air mungkin tidak menjadi masalah sehingga biaya untuk irigasi tambahan tidak akan diperlukan dibandingkan jika melakukan budi daya pada musim kemarau saat lahan yang digunakan tidak mempunyai sumber air sendiri. Namun demikian, pada musim hujan, serangan dan perkembangan patogen (terutama cendawan dan bakteri) sangat cepat sehingga risiko tanaman terserang penyakit sangat tinggi.

Hal ini tentu membawa konsekuensi terhadap diperlukannya biaya untuk pengendalian penyakit. Sebaliknya pada musim kemarau, selain ketersediaan air yang harus dijaga, serangan hama saat musim kemarau sangat tinggi. Seperti telah dijelaskan sebelumnya, beberapa hama juga berpotensi membawa virus yang merugikan tanaman cabai keriting. Dalam kondisi ini, tentunya diperlukan biaya pengendalian yang tinggi karena umumnya perlu dilakukan penyemprotan secara teratur.

Bijak Menggunakan Benih Untuk menekan biaya produksi, penggunaan benih harus dapat dihemat. Masih banyak petani yang kurang bijak dalam penggunaan benih. Padahal, harga benih semakin meningkat, apalagi untuk benih hibrida. Akibat harga benih yang mahal, penanganannya juga harus hati-hati. Ibaratnya setiap benih adalah berharga. Sewaktu membeli benih, pastikan daya berkecambahnya dan pastikan benih yang dibeli adalah benih asli. Persemaian harus dibuat sedemikian rupa sehingga setiap butir benih terjamin mendapatkan media semai yang baik. Melakukan semai pada bedengan mungkin terasa murah di awal karena tidak perlu mengeluarkan dana untuk membeli polibag atau tray semai. Namun, jumlah kehilangan benih dengan cara ini cukup tinggi. Biaya produksi juga dapat ditekan dengan menggunakan benih produksi sendiri. Namun, tentunya hanya berlaku untuk varietas yang bukan hibrida. Saat mendekati panen, pilih tanaman terbaik yang akan dipanen buahnya untuk diekstrak benihnya. Adaptasi dari bibit ke lapangan juga harus dilakukan hati-hati untuk menekan tingkat kebutuhan bibit pada saat penyulaman.

Baca Juga:  Brokoli Bisa Sehatkan Usus Bahkan Cegah Kanker

 

Sumber :  Buku Menghasilkan Cabai Keriting Kualitas Premium

loading...
loading...