Tepung Kedelai, Pilihan Alternatif yang Kaya Protein

Pertanianku— Biji kedelai dapat diolah menjadi tepung dan tepung kedelai bisa menjadi alternatif tepung terigu yang biasa digunakan. Kedelai termasuk salah satu jenis kacang-kacangan dengan nilai gizi yang cukup tinggi.

tepung kedelai
foto: Pertanianku

Di dalam kacang kedelai terdapat protein sebanyak 35—45 persen, lemak 18—23 persen, karbohidrat 12—30 persen, air 7 persen, vitamin, mineral, dan serat yang paling baik. Beberapa varietas kedelai unggulan memiliki kadar protein sebesar 40—43 persen. Protein di dalam biji kedelai sebagian besar terdiri atas globulin.

Biji kedelai terdiri atas 90,3 persen daging kedelai (kotiledon), 7,3 persen kulit, dan 2,4 persen hipokotil.

Dibanding jenis kacang-kacangan lainnya, kacang kedelai mengandung susunan asam amino yang lebih lengkap dan seimbang. Kedelai mengandung sekitar 18—20 persen lemak, 25 persen dari bagian tersebut tersusun dari asam lemak tak jenuh yang bebas kolesterol.

Kedelai terkenal sebagai sumber vitamin B yang sangat baik untuk tubuh karena di dalamnya terkandung vitamin B1, B2, niasin, pridoksin, dan golongan vitamin B lainnya. Selain vitamin B, kacang kedelai juga mengandung vitamin E dan K.

Di dalam kedelai juga banyak terdapat kalium dan fosfor, sedangkan kandungan besinya terbilang cukup sedikit.

Di Indonesia, kacang kedelai sering diolah menjadi berbagai produk makanan, seperti tahu, tempe, susu kacang kedelai, tauco, daging tiruan, dan tepung kedelai. Salah satu produk olahan kedelai yang memiliki daya tahan cukup lama adalah tepung kedelai.

Tepung kedelai mengandung protein, lemak, karbohidrat, kalsium, zat besi, fosfor, vitamin (A, B1, dan C). Kandungan protein di dalam tepung ini terbilang cukup tinggi sekitar 43,8 persen.

Tepung kedelai dapat digunakan untuk membuat berbagai makanan, seperti mi. Saat ini mi termasuk produk makanan cepat saji yang banyak digemari oleh masyarakat. Biasanya, mi terbuat dari tepung terigu atau tepung-tepungan lainnya.

Baca Juga:  Manfaat Beras Basmati untuk Kesehatan Tubuh

Penggunaan tepung kedelai pada mi bisa menjadi salah satu solusi meningkatkan kandungan gizi mi karena di dalamnya mengandung senyawa aktif yang dapat menimbulkan efek positif bagi tubuh.

Pembuatan tepung kedelai tidak begitu rumit, Anda hanya perlu memiliki mesin penepung untuk menghancurkan kacang kedelai. Kedelai yang akan diolah harus dicuci dengan air bersih, kemudian rendam ke dalam air bersih selama lebih kurang 6 jam. Seluruh kacang harus terendam dengan sempurna.

Setelah direndam, kacang dicuci kembali dan direbus selama 30 menit. Setelah itu, cuci kembali sambil diremas-remas dengan tangan. Tiriskan kedelai selama 15 menit dan jemur di bawah sinar matahari selama 1—2 hari. Selanjutnya, dinginkan kedelai pada suhu ruang dan giling kacang dengan mesin penepung.