Terbakar, Ini Salah Satu Habitat Anggrek Alam

Pertanianku — Habitat anggrek alam kini sudah semakin susah ditemui. Tak sedikit dari habitat alam tersebut yang rusak karena ulah tangan manusia ataupun lingkungan yang sudah semakin memprihatinkan. Salah satunya adalah habitat anggrek alam yang berada di Hutan Pematang Damar.

Habitat anggrek alam
Foto: instagram jambiimaji

Hutan Pematang Damar memiliki luas kurang lebih 240 hektare. Pada 2013 lalu, ditemukan banyak jenis anggrek di hutan ini. Sontak kabar tersebut memicu banyak pihak untuk berdecak kagum. Tak hanya oleh masyarakat setempat, kehebohan adanya jenis anggrek yang berlimpah tersebut juga terdengar hingga seantero nusantara.

Setidaknya, ada 84 jenis anggrek yang terdapat di hutan tersebut. Hal itu dicatat oleh Komunitas Gerakan Muarojambi Berzakat (GMB). Seluruh anggrek tersebut hidup liar di belantara hutan.

Loading...

Tak hanya anggrek, pesona bunga hias lain yang juga tumbuh subur di hutan tersebut adalah tanaman kantong semar. Ada juga jenis fauna seperti kelelawar yang hidup liar di dalam Hutan Pematang Damar. Begitu pula burung dan kura-kura air tawar yang beratnya bisa mencapai 100 kilogram.

Sebagai salah satu hutan yang tumbuh di lingkungan masyarakat, hutan ini dikenal tidak pernah mengalami kekeringan. Cuaca kemarau ekstrem yang sering melanda wilayah Indonesia tidak menyebabkan pohon-pohon di dalam hutan kekurangan air. Bahkan, pada 1997, pernah terjadi kebakaran hebat di hutan tersebut dan tetap sumber air bersih masih bisa ditemukan.

Kawasan hutan tersebut merupakan kawasan gambut. Sudah lama ada, lahan ini diprediksi menjadi hutan sejak ribuan tahun yang lalu. Potensi kebakaran hutan pun mengintai hutan ini. Kejadian kebakaran pernah terjadi pada 2015 silam.

Kini, empat tahun berlalu sejak Hutan Pematang Damar terbakar. Karena hal tersebut, hutan sempat rusak parah. Banyak tanaman yang mati, begitu pula hewan-hewan yang menjadikannya sebagai tempat hidup.

Baca Juga:  Anggrek Phalaenopsis, Tanaman Hias Unggulan Eksotik Indonesia

Berkurangnya jumlah anggrek menjadi ancaman serius. Sebab, hutan tersebut dikenal sebagai salah satu habitat alam anggrek liar. Sudah barang pasti, berkurangnya populasi bisa memengaruhi keberagaman hayati anggrek liar yang ada di hutan tersebut.

Berbagai upaya restorasi sudah dilakukan pengelola hutan setempat. Namun, butuh waktu yang tidak singkat untuk bisa mengembalikan kondisi hutan kepada posisi semula. Mari kita bantu doa dan beri dukungan untuk pemulihan kembali hutan yang menyimpan kekayaan Indonesia ini.

Loading...
Loading...