Ternyata, Begini Tahapan Menyembelih Hewan Kurban Sesuai Syariat Islam


Pertanainku – Perayaan Idul Adha 1438 H pasti begitu dinantikan seluruh umat muslim di Indonesia. Terlebih lagi kegiatan menyembelih hewan kurban yang dilakukan setiap tahunnya seolah menjadi tradisi turun temurun.

Ketika menyembelih hewan kurban terdapat beberapa bagian yang harus diperhatikan dalam proses penyembelihan agar hewan kurban yang disembelih halal.

Bagaimana tata cara menyembelih hewan kurban sesuai dengan syariat Islam? Begini penjelasan Direktur Lembaga Pengkajian Pangan, Obat, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) Lukmanul Hakim.

“Pertama, pastikan hewannya sehat dan tidak cacat. Bagaimana membuktikan itu sehat dan tidak cacat? Tentu harus ada rekomendasi dari instansi atau dinas peternakan setempat,” ucapnya seperti dilandir dari Detik (30/8).

Kedua, lanjut Lukman, saat menyembelih hewan tidak boleh kasar dan harus diperlakukan dengan baik. Selain itu, antara hewan yang disembelih dan yang belum disembelih tidak boleh saling lihat.

“Kalau bisa setiap hewan tidak saling melihat ketika ada penyembelihan, tidak melihat temannya disembelih. (Dipisahkan) di tempat yang agak sedikit berbeda, dari tempat penyimpanan hewan kurban yang disembelih dan penyimpanan,” ucap Lukman.

Proses penyembelihan harus sesuai dengan syariat Islam, yakni menghadap kiblat. Penyembelihan dilakukan di bagian leher dan harus memutuskan tiga saluran, tetapi tidak sampai memutus kepala.

“Dua (saluran) nadi, kemudian kerongkongan dan tenggorokan. Saluran pernapasan dan makanan itu tenggorokan dan kerongkongan. Dan nadi yang sebelah kiri dan sebelah kanan itu harus terputus. (Menyembelihnya) dari kanan ke kiri atau dari bawah ke atas,” ujarnya.

Setelah proses penyembelihan dilakukan, hewan kurban yang diletakkan harus diberi alas untuk menjaga kebersihannya. Lukman menyarankan agar hewan kurban yang telah disembelih digantung.

“Supaya dia tidak menyebabkan terkontaminasi dengan bakteri. Karena darah kan keluar,” tuturnya. Seletah itu, berilah jeda sekitar 5—10 menit antara penyembelihan dengan proses pengulitan serta pemotongan daging. Hal itu untuk memastikan bahwa hewan kurban telah mati.

Baca Juga:  Walhi Aksi Tolak Pembangunan Pembangkit Listrik Batu Bara di COP-23

“Biasanya hewan mamalia atau ruminansia itu ‘kan 5—10 menit udah hilang (mati). Karena kalau kita kembali ke matinya fungsi otak itu 1 menit sudah mati. Tapi kan masih suka ada gerakan-gerakan rigor mortis. Itu gerakan-gerakan adenosin dan trifosfat,” terangnya.

“Cirinya juga sebenarnya gampang, dengan dia tidak memberikan reflek mata. Kalau dibuka matanya nggak ada reflek, itu tidak mati. Kan dibuka matanya disentuh dengan jari, dia tidak ada refleknya,” tutup Lukman.

loading...
loading...