Ternyata Ini Alasan KKP Larang Nelayan Tangkap Hiu Biru Pari Manta


Pertanianku – Belum lama ini Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan membuat kebijakan pelarangan nelayan yang melakukan penangkapan ikan hiu paus tutul dan juga hiu gergaji, serta ikan pari jenis manta karena dilindungi oleh pemerintah.

Kepala Subseksi Pemberdayaan dan Pelestarian, Direktorat Jendral Pengelolaan Ruang Laut, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jumadi Parluhutan saat menghadiri sosialisasi larang penangkapan ikan hiu dan pari manta di Batang, beberapa waktu lalu, mengatakan bahwa ada sejumlah ikan yang masuk kategori konservasi antara lain hiu monyet, hiu tikus, dan sutra.

Sementara, jenis ikan hiu yang masuk kategori appendix cities, kata dia, seperti hiu koboi, martil besar, dan hiu martil tipis.

“Khusus yang appendix cities, nelayan masih diperbolehkan meski harus terbatas. Ikan hiu ketegori appendix cities itu dilarang untuk ekspor,” ungkapnya, seperti dilansir dari Antara (11/9).

Sedikitnya seratus jenis ikan hiu yang masih diizinkan diekspor, sedangkan 11 jenis ikan hiu diperbolehkan ditangkap tetapi dilarang diekspor, serta jenis ikan hiu paus tutul, hiu gergaji, dan pari manta yang dilarang diburu.

“Hampir semua produk olahan ikan hiu dan ikan pari laku di luar negeri,” tuturnya.

Menurutnya, saat ini Indonesia mengekspor olahan ikan hiu dan ikan pari dalam bentuk daging hiu beku tanpa kepala dan sirip, sirip hiu kering, tulang kepala kering, hiu beku utuh tanpa kepala, sirip hiu beku, tulang punggung kering, fillet hiu, tulang ekor kering, minyak hiu, kulit hiu kering, telur hiu, dan hiu hidup.

“Saya tidak tahu persis apakah nelayan yang di laut sudah memahami ikan yang dilarang atau tidak, Yang jelas selama ini saya tidak pernah mendapati ikan yang sudah disebutkan dilarang diburu atau diekspor,” tutupnya.

Baca Juga:  Indonesia Jadi Jalur Migrasi Burung Pemangsa
loading...
loading...