Ternyata Ini Alasannya Harga Buah di Jepang Sangat Mahal


Pertanianku – Mengonsumsi buah memang menjadi suatu keharusan bagi manusia. Namun, apakah Anda tertarik untuk membeli buah dengan harga selangit? Sembikiya, salah satu toko buah tertua yang berada di Jepang. Toko buah ini tampak seperti toko perhiasan dengan eksterior mewah. Namun, jika Anda memasukinya, siapa sangka toko yang terlihat mewah tersebut tidak menjual perhiasan, tetapi buah!

Hanya saja, buah yang dijual bukanlah buah-buahan biasa. Toko ini menjual berbagai bentuk buah-buahan yang unik, mulai semangka berbentuk hati sampai anggur Ruby Roman yang seukuran dengan bola ping pong.

Dilansir dari CNN, bukan tanpa alasan buah-buah ini dijual dengan harga mahal. Perawatan tanaman hingga menghasilkan buah-buahan fantastis ini perlu ketelitian dan perawatan intensif, tentunya dengan biaya yang tak murah.

Salah satu buah yang paling sulit ditebak adalah stroberi Bijin-hime atau putri cantik.

“Sulit untuk mendapat ukuran tepat untuk stroberi-stroberi ini, mereka kadang berubah seperti bola dunia,” kata Okuda Nichio tentang stroberi miliknya.

Satu buah stroberi Bijin-hime perlu waktu 45 hari untuk tumbuh di kebun Okuda, perfektur Gifu. Nichio tidak menyebutkan secara detail bagaimana stroberinya diproduksi.

“Saya tidak bisa menceritakan secara detail soal metode karena orang lain bisa mencurinya,” ucapnya.

Stroberi berukuran sebesar bola tenis ini dijual lebih dari 500 ribu yen atau Rp59 juta per buahnya. Kelangkaan juga taktik yang diterapkan produsen anggur Ruby Roman Jepang, yang hanya menjual 2.400 ikat per tahun.

“Anggur ini terlihat besar dan merah, seperti ruby. Perlu proses telaten untuk mencapai warna merah itu,” tutur juru bicara Ruby Roman, Hirano Keisuke.

Pertama kali muncul pada 2008, kini satu ikatnya bisa dijual lebih dari 11 ribu yen atau Rp11,7 juta, bahkan harganya bisa saja naik sewaktu-waktu.

Baca Juga:  Alpukat Buah Super, Masa Sih?

Tahun lalu, sebuah supermarket membayar 1,1 juta yen atau Rp129 juta untuk panen pertama Ruby Roman dalam sebuah lelang. Buah melon Hokkaido memegang rekor sebagai buah dengan harga jual termahal. Buah melon ini laku dengan harga 3 juta yen (Rp359,9 juta).

Buah sebagai simbol penghormatan

Di Jepang, buah diberikan sebagai hadiah untuk orang yang dianggap penting dalam kesempatan khusus.

Dekan Sekolah Ekologi Manusia dari Universitas Wisconsin-Madison, Soyeon Shim berkata bahwa buah diperlakukan berbeda dalam budaya Asia khususnya di Jepang.

Pembelian dan konsumsi buah lekat dengan praktik sosial dan budaya.

“Orang membeli buah-buahan mahal ini untuk menunjukkan betapa istimewa hadiah mereka bagi sang penerima, untuk kesempatan khusus atau untuk seseorang yang penting, misalnya bos,” kata Soyeon.

Profesor pemasaran di Universitas Negeri San Jose, California, Ken Gehrt mengatakan buah jadi bagian penting selama musim memberi hadiah Ochugen dan Oseibo. Saat itu hadiah diberikan sebagai bentuk penghormatan.

“Buah yang mahal juga diberikan menjadi bagian dari proses merawat hubungan di Jepang,” tambah Gehrt.

Sebagai sebuah simbol penghormatan, buah-buahan ini juga dikemas dengan istimewa. Satu buah stroberi dijual dengan kemasan layaknya kotak perhiasan, sedangkan melon dengan kotak kayu berornamen.

Bagi konsumen, harga mahal tidak jadi penghalang mereka untuk membeli buah-buahan ini. Label harga fantastis bisa menambah kebanggaan dan kualitas.

Walau tidak semua orang Jepang membeli buah mahal ini untuk hadiah, banyak yang menyukai rasanya. Namun, menurut Fujishima, kadang buah-buah ini terlalu manis, setidaknya untuk dirinya sendiri.

loading...
loading...