Ternyata, Ini Bahaya Jika Kelebihan dan Kekurangan Garam


Pertanianku – Garam merupakan bumbu dapur yang wajib digunakan sebagai perasa pada semua masakan. Bahkan, masakan akan menjadi hambar jika rasa garam tidak terasa. Terlebih lagi, masyarakat Indonesia identik mengonsumsi masakan yang asin.

Terdapat batas maksimal kadar garam yang boleh dikonsumsi seseorang. Namun, seseorang juga tak boleh sampai kekurangan garam.

Menurut Profesor Nuri Andarwulan, perwakilan dari Seafast Center, kelebihan dan kekurangan garam akan menimbulkan dampak yang sama. Oleh karena itu, jumlah garam yang dikonsumsi sehari-hari harus pas.

“Asupan zat gizi garam atau natrium ini mempunyai pola kurva U yang artinya ketinggian menyebabkan hal yang sama jika kekurangan,” ucap Prof. Nuri.

Penyakit yang ditimbulkan saat seseorang kekurangan dan kelebihan garam adalah penyakit pada pembuluh darah. Penyakit tersebut berhubungan dengan penyakit jantung dan hipertensi. Hal itu terjadi karena kandungan sodium di dalam garam.

Sebenarnya, Nuri mengatakan, seseorang harus mengonsumsi sebesar lima hingga enam gram garam per hari sesuai dengan Peraturan Kementerian Kesehatan Nomor 30 tahun 2013.

“Kalau berdasarkan WHO tidak boleh kurang dari 2,3 gram tapi kita mengikuti Permenkes menetapkan lima gram sehari-hari,” ucapnya. Lebih lanjut Nuri mengatakan, lima gram sama seperti satu setengah sendok teh. Oleh karena itu, seseorang harus memerhatikan takaran garam yang digunakan ketika memasak.

Nuri mengatakan, jika seseorang kelebihan garam, ia harus mengurangi kadar garam yang dikonsumsinya selama ini secara bertahap. Hal itu berhubungan dengan ambang batas cita rasa asin di diri seseorang.

“Jika seseorang sudah terbiasa dengan rasa asin, dia akan merasa rasa makanan sangat hambar padahal takaran garamnya sudah pas. Nah, hal itu berkaitan dengan sugesti sensor di otak makanya harus diturunkan perlahan-lahan,” tambahnya.

Baca Juga:  Merawat Ginjal agar Lebih Sehat dengan Buah dan Sayuran ini

Nuri mengatakan, seseorang yang kekurangan garam harus menambah asupan sodium di tubuhnya. Namun, hal tersebut harus berdasarkan saran dokter. “Seseorang yang kekurangan sodium itu ‘kan berbahaya. Untuk menaikkannya harus dalam pengawasan dokter karena kadar garam setiap orang berbeda-beda,” ungkapnya.

loading...
loading...