Ternyata Ini Fungsi Jenggot yang Dimiliki Hewan


Pertanianku – Jika manusia memiliki jenggot hanya karena untuk membuat tampilan dirinya menarik ini ternyata berbanding terbalik dengan fungsi jenggot yang dimiliki oleh hewan.

Jika Anda memelihara anjing ataupun kucing, pernahkah Anda merasakan bahwa hewan peliharaan Anda tersebut merasakan embusan angin?

Para peneliti telah mendapati kemampuan itu mungkin terletak sebagian pada jenggot mereka.

“Hampir semua hewan memiliki jenggot yang tertata berjajar rapi dan sebagian di pipi mereka. Para ilmuwan telah memperlihatkan hewan laut seperti anjing laut, dapat menggunakan jenggot mereka untuk melacak arus air laut,” kata Yan Yu, mahasiswa S3 Norwesthern University seperti dikutip dari jurnal AS Science Advances.

“Pada hewan darat, jenggot sudah diketahui terlibat dalam merasakan sentuhan. Tapi tak seorang pun pernah memperhatikan apakah hewan darat juga dapat menggunakan jenggot mereka untuk merasakan arus udara,” ucapnya.

Yu beserta rekannya menyelidiki peran jenggot pada kemampuan hewan darat untuk merasakan arah angin dengan menggunakan lima tikus betina yang berusia sama untuk dilatih menentukan sumber angin dari kipas angin khusus di satu meja bundar.

Di sepanjang meja, lima kipas angin dengan ruang yang sama dipasang dalam bentuk setengah lingkaran, dan secara acak dinyalakan satu per satu untuk mengembuskan angin ke arah “pintu-awal” yang sama yang ditaruh di seberang meja.

Satu tikus harus berlari dari pintu ke arah kipas yang menghembuskan angin, dan turun ke lubang seukuran tikus di luar kipas angin itu, demikian laporan Xinhua yang dikutip Antara.

Masing-masing lubang mengarah ke satu terowongan di bawah meja, tempat tikus tersebut diberi hadiah karena memilih kipas angin yang benar.

Setelah semua tikus melaksanakan tugas pada satu tingkat sekitar 60 persen benar atau lebih tinggi selama 10 hari berturut-turut, para peneliti memotong jenggot mereka dan meneliti perubahan perilaku.

Baca Juga:  Bisnis Sarang Burung Walet Omzet Puluhan Juta Rupiah

Akhirnya, hasil tim itu memperlihatkan pemotongan jenggot mengurangi kemampuan tikus sebesar rata-rata 20 persen.

Para peneliti tersebut mengatakan kemerosotan penampilan menunjukkan tikus menggunakan lebih dari satu petunjuk untuk menentukan lokasi kipas angin tapi jelas mereka masih sangat mengandalkan jenggot mereka untuk melaksanakan tugas mereka.

Untuk mengendalikan risiko tikus itu melihat atau mendengar suara kipas angin, penelitian tersebut dilakukan di satu ruang gelap dengan tambahan suara bising.

Untuk memeriksa kemungkinan tikus merasa bingung oleh pemotongan jenggot mereka, satu lagi kelompok tikus dilatih untuk berlari ke sumber cahaya bukan ke sumber angin.

Tim tersebut tidak menemukan perubahan dalam perilaku tikus itu yang jenggotnya dipotong. Dalam percobaan terdahulu yang disiarkan di Journal of Experimental Biology, kelompok peneliti yang sama mendapati jenggot condong ke arah angin dan makin keras angin berembus, makin banyak jenggot yang condong atau bergetar.

“Ketika jenggot condong, jenggot itu menekan reseptor di pangkal jenggot,” ungkap Matthew Graff dari Norwesthern University.

loading...
loading...