Ternyata Ini Kerugiannya Jika Seseorang Kurang Serat


Pertanianku – Memiliki pencernaan yang sehat harus didukung oleh asupan gizi yang cukup setiap harinya. Demi menjaga kesehatan, kita harus memenuhi asupan serat dalam setiap makanan. Pasalnya, kini banyak orang yang tidak lagi memedulikan asupan serat yang sangat dibutuhkan oleh tubuh.

Foto: pexels

Padahal, serat merupakan salah satu bahan makanan yang penting dalam menunjang proses pencernaan dan metabolisme tubuh. Seseorang yang kekurangan serat akan menyebabkan beragam masalah pencernaan dan juga terganggunya metabolisme tubuh.

Data yang dikeluarkan Puslitbang Depkes pada 2001 lalu mengungkapkan bahwa konsumsi serat masyarakat Indonesia masih terhitung rendah. Jumlah rata-rata serat yang dikonsumsi masyarakat Indonesia per hari hanya 12—15 gram, atau sekitar setengah dari kebutuhan serat harian.

“Secara umum kebutuhan serat manusia 25—30 gram per hari,” jelas spesialis penyakit dalam dari Siloam Hospitals dr. Hardianto Setiawan Ong, Sp.PD, KGEH, FINASIM.

Dokter Hardianto mengungkapkan, seseorang yang kekurangan serat akan membuat tubuhnya kehilangan banyak manfaat positif serat. Pada pencernaan misalnya, serat memainkan peran pada saluran cerna atas sebagai pengontrol rasa kenyang dan selera makan. Hal ini penting dan dibutuhkan tubuh untuk mengontrol berat badan, gula darah, serta lemak darah.

Selain itu, serat juga menjadi peranan penting pada saluran cerna bawah seperti usus halus dan usus besar. Pada usus halus, serat dapat membuat proses penyerapan gula menjadi lebih lama sehingga kadar gula darah tidak berlebih. Di samping itu, serat juga dapat mengontrol kadar kolesterol dan trigliserida. Oleh karena itu, konsumsi serat yang cukup dapat menurunkan risiko diabetes mellitus dan penyakit jantung.

Pada usus besar, serat juga dapat membantu proses buang air besar menjadi lebih lancar. Serat juga membuat massa feses menjadi lebih besar sehingga pergerakan usus menjadi lebih baik.

Baca Juga:  Ingin Tidur Nyenyak dan Hilangkan Stres? Coba 5 Jenis Teh Hijau Ini

Serat juga membantu meningkatkan fermentasi pada usus besar, meningkatkan jumlah asam lemak rantai pendek (SCFA). Penyerapan racun dan penyerapan asam empedu pun dapat meningkat sehingga risiko peradangan saluran cerna ataupun kolesterol dapat menurun dan terkendali.

Oleh karena itu, dr. Hardianto mengimbau masyarakat untuk lebih memperhatikan pemenuhan kebutuhan serat setiap harinya. Pemilihan makanan merupakan salah satu faktor terpenting dalam upaya memenuhi kebutuhan serat tubuh karena tidak semua makanan mengandung serat yang cukup.

loading...
loading...