Tertarik Ternak Ayam Broiler? Kenali Dulu Risikonya

Pertanianku — Sebelum memulai usaha ternak ayam broiler, Anda harus mengenali terlebih dahulu risiko-risiko yang kemungkinan besar akan dihadapi. Dengan mengetahui risiko ternak ayam broiler, Anda bisa lebih memahami cara mengatasi permasalahan yang kemungkinan akan muncul ketika sedang beternak.

risiko ternak ayam broiler
foto: Pertanianku

Peternak yang tidak siap dengan risiko ternak ayam broiler akan lebih mudah menyerah dan gulung tikar. Sebab, memahami risiko sebelum memulai usaha juga dapat berguna untuk memperkuat mental peternak dan meningkatkan kewaspadaan terhadap faktor masalah. Berikut ini beberapa risiko ternak ayam broiler yang perlu Anda ketahui.

Fluktuasi harga

Fluktuasi harga masih sangat sering terjadi hingga saat ini. Kondisi tersebut harus dipahami terlebih dahulu sebelum beternak agar tidak kaget dengan kondisi yang ada. Jangan sampai hanya tergiur dengan harga jual ayam ketika sedang melambung tinggi, tetapi tidak mengetahui bahwa harga tersebut dapat merosot tajam. Peternak harus memiliki kemampuan untuk mengendalikan permasalahan saat harga ayam sedang jatuh.

Performance ayam

Sebagai peternak, Anda harus mampu menjaga performance ayam karena hal tersebut sangat memengaruhi daya jual. Semakin bagus performance, berarti biaya produksi semakin kecil sehingga keuntungan semakin besar. Biasanya, yang menjadi patokan utama performance adalah FCR. Hal ini karena 70% biaya produksi adalah pakan.

Usaha bisa mengalami kerugian jika performance jelek, seperti FCR bengkak karena tingkat kematian yang tinggi. Akibatnya, biaya yang dikeluarkan untuk membayar pakan tidak sebanding dengan bobot ayam yang dihasilkan sehingga terjadi kerugian.

Performance ayam dipengaruhi oleh beberapa hal antara lain penyakit, kondisi cuaca, kualitas DOC, dan kualitas pakan yang fluktuatif, dan manajemen pemeliharaan. Manajemen pemeliharaan merupakan faktor terbesar (sekitar 50%) yang memengaruhi performance ayam. Performance berhubungan dengan break event point (BEP) atau biaya pokok produksi.

Baca Juga:  Resep Sate Bebek yang Lezat

Risiko nonteknis

Risiko nonteknis diartikan sebagai risiko yang tidak bisa diprediksi atau force majeure, seperti bencana alam (banjir dan gempa). Namun, ada juga bencana yang tidak termasuk sebagai force majeure, yakni kebakaran. Bencana tersebut lebih sering disebabkan oleh kurangnya tingkat kewaspadaan pekerja.

Risiko lingkungan sosial

Aspek lingkungan sosial sering ditemui dalam usaha peternakan, seperti pencurian dan demo masyarakat karena pencemaran yang dihasilkan dari usaha broiler (bau, lalat, dan jalan rusak). Meskipun terlihat sepele, risiko ini berpengaruh besar atau dapat mengancam kelangsungan usaha peternakan.