Tertarik Ternak Itik Petelur? Simak Tipsnya

Pertanianku Ternak itik petelur memiliki prospek yang cerah, pasalnya permintaan komoditas peternakan ini tidak pernah mati karena masyarakat Indonesia menggemari produk telur dan daging itik. Namun, sebagaimana usaha peternak umumnya yang kerap memiliki beberapa kendala, Anda perlu mengantisipasi kendala-kendala tersebut dengan persiapan yang matang. Berikut ini beberapa tips ternak itik petelur yang dapat membantu Anda mencapai target.

ternak itik petelur
foto: Pertanianku

Sebelum memulai usaha

Sebelum memulai usaha Anda perlu mempersiapkan kandang. Buatlah kandang yang sesuai dan nyaman untuk induk itik jantan, induk betina, dan DOD. Sediakan peralatan kandang, pakan, minum, obat, dan vaksin untuk induk dan DOD.

Setelah kandang siap, langkah selanjutnya menyiapkan itik yang akan diternakkan. Sediakan itik jantan dan betina untuk memproduksi telur. Kemampuan bertelur induk betina 250—300 butir per tahun. Telur tetas juga bisa diperoleh dari peternak lain.

Langkah selanjutnya menyiapkan mesin tetas untuk menetaskan telur itik dengan kemampuan 300—600 telur per unit. Dalam setahun, setiap induk mampu menghasilkan 250 ekor DOD dengan kelangsungan hidup 70 persen.

Kendala

Kendala yang kerap dialami saat ternak itik petelur adalah suhu dan kelembapan mesin tetas yang tidak terjaga sehingga hasil tetas telur tidak maksimal. Untuk mengantisipasinya, sebelum memasukkan telur pastikan kondisi, peralatan, dan kelengkapan mesin tetas sudah terpenuhi. Untuk hasil yang lebih baik, lakukan fumigasi/pengasapan untuk mesin tetas dan telur tetasnya. Suhu ideal untuk penetasan telur adalah 38°C dengan kelembapan 65—70 persen. Lama proses penetasan normal 28 hari.

Kendala lainnya yang kerap ditemui adalah tingkat kematian yang tinggi pada masa DOD (Day Old Duck).

Kunci sukses

Selama masa pemeliharaan telur, lakukan peneropongan telur dan memutarbalikkan telur. Peneropongan berguna untuk mengetahui kondisi telur, infertil atau fertil. Peneropongan dapat dilakukan pada hari ke-7, 15, dan 27. Telur yang kedapatan infertil bisa langsung Anda keluarkan dari mesin tetas. Selama proses penetasan, embrio membutuhkan oksigen yang cukup sehingga ventilasi pada mesin tetas harus lancar.

Baca Juga:  Pakan yang Tepat untuk Penggemukan Sapi Potong

Untuk mendapatkan telur tetas, Anda membutuhkan induk yang sudah berumur minimal 6 bulan.