Terung, Sumber Serat yang Bagus untuk Menurunkan Kadar Kolesterol

Pertanianku — Terung sudah ditanam sejak 4000 tahun silam dan diyakini berasal dari India. Fakta menarik dari terung ialah meskipun selalu dijual sebagai sayuran, nyatanya secara botani tanaman ini termasuk buah. Salah satu yang menarik dari terung adalah khasiatnya. Khasiat terung yang paling penting adalah antioksidan yang mampu membuat daya tahan tubuh menjadi lebih kuat.

khasiat terung
foto: Pixabay

Khasiat terung lain yang tidak kalah penting ialah menghentikan pendarahan seperti saat buang air besar, menurunkan kadar kolesterol, membuang kelebihan zat besi yang biasa diterima oleh pasien yang habis menerima transfusi darah, mengatasi panas tinggi, sakit kulit, mencegah penyakit jantung koroner, dan mencegah risiko penyakit kanker.

Tidak hanya buahnya, daun terung juga bermanfaat mengatasi kencing sakit yang disertai oleh darah, disentri yang disertai tinja berdarah, bisul, dan frostbite atau rasa nyeri akibat kedinginan.

Seluruh khasiat tersebut disebabkan oleh kandungan nutrisi yang ada di dalam terung. Nutrisi  yang paling banyak terkandung di dalam terung adalah serat. Setiap 100 gram terung terkandung 2,5 gam serat.

Selain serat, ada juga kandungan lain yang sangat bermanfaat untuk tubuh seperti niasin, asam folat, vitamin (A, C, B1, dan B6), serta mineral (kalium, kalsium, tembaga, magnesium, mangan, dan fosfor).

Terung terkenal dengan kulitnya yang berwarna ungu, meskipun tidak semua. Warna ungu pada kulit terung menandakan terung tersebut mengandung flavonoid antosianin yang bernama nasunin. Kandungan tersebut berkhasiat sebagai antioksidan yang kuat untuk menangkap radikal bebas. Nasunin akan melindungi membran sel dari kerusakan akibat paparan radikal bebas.

Senyawa nasunin juga berfungsi membuang kelebihan zat besi yang ada di dalam tubuh. Zat besi memang baik untuk tubuh karena meningkatkan kekebalan tubuh dan sintesis kolagen. Namun, kadar zat besi yang berlebihan justru dapat menyebabkan meningkatnya produksi radikal bebas yang dapat mengakibatkan penyakit jantung dan kanker.

Baca Juga:  Menanam Jagung Tanpa Olah Tanah

Kandungan lain yang terdapat di dalam terung ungu adalah senyawa fitokimia, seperti solanin, trigonelline, stachydrine, dan shisonin.

Pada umumnya terung dikonsumsi dalam keadaan sudah diolah menjadi makanan, direbus atau digoreng. Namun, ternyata terung juga bisa dikonsumsi secara mentah bersama kulitnya, bahkan dijus.