Tidak Hanya di Lahan, Budidaya Terung Mudah Dilakukan di Polibag

Pertanianku — Tanaman terung umumnya dilakukan langsung di lahan. Tanaman ini terbilang sangat mudah dibudidayakan sehingga Anda bisa menanamnya di polibag. Budidaya terung di polibag terbilang sama mudahnya dengan budidaya di lahan. Teknik budidaya ini cocok digunakan oleh masyarakat perkotaan yang memiliki lahan terbatas.

budidaya terung
foto: pixabay

Bagi Anda yang sudah tertarik ingin segera mencoba budidaya terung di polibag ataupun di pot, simak langkah-langkahnya di bawah ini.

Penyemaian

Benih terung perlu disemai terlebih dahulu di dalam tray atau polibag kecil berukuran 15 cm × 15 cm. Media semai yang dibutuhkan terdiri atas campuran tanah dan pupuk organik dengan perbandingan 2:1. Satu lubang diisi satu biji. Percikkan air setiap pagi dan sore hari agar media semai tetap dalam kondisi lembap.

Penanaman

Bibit yang sudah berumur 20—30 hari atau sudah memiliki 3 helai daun sempurna dapat langsung dipindahkan ke polibag berukuran 40 cm × 40 cm. Media tanam yang digunakan berupa tanah, pupuk organik, dan sekam dengan perbandingan 2:1:1. Pemindahan bibit perlu dilakukan secara hati-hati agar akar tanaman tidak putus.

Pemeliharaan

Tanaman terung yang berada di polibag perlu disiram setiap pagi dan sore hari. Tunas yang muncul di ketiak daun perlu dibuang dan biarkan tunas ke empat dan seterusnya. Gulma yang tumbuh di polibag harus dibuang.

Berikan juga pupuk susulan. Anda bisa menggunakan pupuk organik agar hasil sayuran lebih sehat. Bila perlu, berikan ajir agar tanaman tidak mudah roboh.

Tanaman terung rentan terserang hama kutu kebul, semut, dan kutu daun. Anda dapat mengatasi serangan tersebut dengan menggunakan ramuan bawang putih yang diiris tipis-tipis, lalu rendam dengan 200 ml air. Diamkan selama 15—20 menit terlebih dahulu. Setelah itu, air rendaman tersebut dapat disemprotkan ke hama.

Baca Juga:  Menelisik Penyebab Pertumbuhan Tanaman Tomat yang Tidak Seragam

Panen

Tanaman sudah bisa dipanen saat berumur 50—60 hari setelah tanam. Panen dapat dilakukan setiap 3—7 hari sekali. Buah terung yang sudah siap dipanen ditandai dengan ciri-ciri berwarna cerah dan mengilat. Panen dapat dilakukan dengan memotong tangkai buah sepanjang 2 cm dari pangkal batang.