Tidak Selalu di Lahan, Menanam Selada juga Bisa di Pot

Pertanianku — Selama ini selada lebih terkenal dibudidayakan langsung di lahan pertanian, baik dengan menggunakan mulsa plastik maupun tanpa mulsa. Selain di lahan, budidaya selada juga bisa dilakukan di pot. Sayuran ini menyukai daerah dingin ataupun tropis. Menanam selada sebaiknya dilakukan di daerah bersuhu 15—25°C. Selada yang ditanam di dataran rendah cenderung lebih cepat berbunga dan berbiji.

menanam selada
Foto: pexels

Jenis tanah yang cocok untuk selada adalah lempung berpasir dan mengandung humus. Namun, selada juga masih toleran terhadap tanah yang miskin hara asalkan diberikan pupuk oranik dan pengairan yang memadai. Apabila selada Anda memiliki daun yang menguning, kemungkinan besar hal tersebut disebabkan oleh tanah yang asam. Umumnya, media tanam selada berupa campuran media tanah, pasir, dan pupuk kandang dengan perbandingan yang sama.

Bahan berikutnya yang perlu Anda persiapkan adalah pot dan benih selada. Benih dapat diperoleh dari toko pertanian atau dari tanaman yang dibiarkan berbunga. Setelah semua keperluan lengkap, Anda sudah bisa bertanam dengan langkah-langkah berikut ini.

  1. Semai benih selada di dalam kotak datar yang berisi campuran media tanam. Walaupun penanaman langsung dapat dilakukan, untuk mendapatkan hasil yang baik, disarankan benih disemaikan terlebih dahulu.
  2. Pindahkan bibit setelah berumur tiga minggu ke tempat permanen. Gunakan media tanam seperti pada media tanam penyemaian.
  3. Lakukan pemeliharaan dengan cara memberikan biopestisida secara rutin untuk mengendalikan kemungkinan adanya hama dan penyakit. Apabila daun busuk atau terkena hama, segera buang. Lakukan penyiangan ketika selada berumur dua minggu.
  4. Lakukan penyiraman 1—2 kali sehari. Frekuensi penyiraman dua kali per hari, terutama untuk selada yang ditanam di dataran rendah karena suhu lingkungan yang tinggi.
  5. Lakukan pemupukan dengan pupuk kandang sebanyak 100 gram per tanaman. Pemupukan dilakukan pada saat penanaman dan sebulan setelah tanam.
  6. Lakukan pemanenan dengan cara memotong bagian tanaman di atas permukaan tanah atau mencabut semua bagian tanaman termasuk akarnya. Selada bisa dipanen setelah tanaman berumur 2—3 bulan. Namun, daun selada juga bisa dipanen lebih cepat karena daun yang muda pun layak dikonsumsi.
  7. Setelah akar dicuci, buang daun-daun yang rusak. Kelompokkan selada berdasarkan ukurannya. Daun selada yang sudah dipanen harus segera dikonsumsi atau dipasarkan karena tidak tahan dengan suhu panas dan penguapan. Oleh karena itu, agar daunnya tahan lama, harus disimpan di ruang pendingin dengan suhu di bawah 0°C.
Baca Juga:  Tumpas Hama Walang Sangit dengan Pestisida Nabati