Tiga Program Terobosan KKP untuk Tingkatkan Sektor Kelautan Perikanan

Pertanianku— Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyampaikan tiga program terobosan terbaru yang akan dijalankan oleh KKP pada penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) 2021.

program KKP
foto: Pixabay

Trenggono memaparkan langkah konkret yang akan dilakukan oleh KKP untuk menjalankan tiga terobosan untuk 2021—2024.

“Melalui Rakernas KKP tahun 2021 ini saya mengajak seluruh stakeholder sektor KP (Kelautan dan Perikanan) untuk ikut mewujudkan kelautan dan perikanan yang maju dan berkelanjutan melalui tiga terobosan KKP,” ujar Trenggono seperti dikutip dari laman kkp.go.id.

Program terobosan pertama adalah peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sumber daya alam perikanan tangkap untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan. Program tesebut dapat diwujudkan dengan skema pascaproduksi dan skema konsesi bagi hasil.

“Peningkatan PNBP kita arahkan untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan, di antaranya melalui asuransi kesehatan dan jiwa, serta tabungan hari tua,” tutur Trenggono.

Program terobosan kedua adalah pengembangan perikanan budidaya untuk meningkatkan ekspor dan perlu didukung oleh riset kelautan dan perikanan. Program tersebut dijalankan dengan fokus pada komoditas ekspor bernilai tinggi, seperti udang, lobster tropis, dan rumput laut. Namun, KKP juga akan tetap memerhatikan komoditas ekonomis lainnya, seperti kerapu, kepiting, nila, dan bawal bintang.

Komoditas utama yang sudah disebutkan akan dikembangkan melalui shrimp estate dengan tata kelola lahan dan pemanfaatan teknologi guna mendukung keberlangsungan usaha serta menjaga kualitas lingkungan. Sementara itu, pengembangan rumput laut akan dilakukan dari hulu hingga hilir, termasuk diversifikasi produk turunan rumput laut.

Trenggono juga menegaskan bahwa ekspor benih bening lobster (BBL) sudah dihentikan. Benih lobster dialihkan untuk budidaya di dalam negeri. Pengembangan komoditas budidaya lobster tropis dapat dilakukan di seluruh provinsi yang memiliki potensi dan daya dukung lingkungan.

Baca Juga:  Petani Perlu Menguasai Teknologi Pascapanen yang Benar

Program terobosan ketiga adalah membangun kampung-kampung perikanan budidaya tawar, payau, dan laut yang berbasis kearifan lokal. Pengembangan kampung perikanan budidaya dilakukan secara terpadu, mulai dari penyediaan benih, induk, pakan, vaksin, hingga pengolahan pascapanen.