Tingkat Konsumsi Daging RI Masih Rendah


Pertanianku – Baru-baru ini tim peneliti dari Institut Pertanian Bogor (IPB), yakni Mohammad Yamin, mengatakan, tingkat konsumsi daging pada Idul Adha kali ini tidak meningkat signifikan.

Foto: pixabay

Hal tersebut disebabkan, masih banyak masyarakat yang menganggap daging hewan ternak lebih banyak menimbulkan penyakit dibandingkan manfaatnya.

“Di dalam daging ternak ‘kan ada protein hewani. Dan kandungan itulah justru berguna untuk mencerdaskan dan menunjang pertumbuhan manusia,” terang Yamin dilansir dari Republika (4/9).

Berdasarkan data yang diperoleh, tingkat konsumsi daging nasional masih rendah, yakni 11,6 kilogram per kapita per tahun. Peringkat Indonesia diakui masih jauh di bawah negara tetangga seperti Malaysia (52,3 kg), Filipina (33 kg), dan Thailand (25,8 kg).

Ia menyebut tingkat konsumsi daging di negara maju seperti Amerika dan Australia sudah mencapai 120 kg dan 111 kg.

Yamin juga menyayangkan, karena di luar banyak propaganda agar remaja dapat membatasi konsumsi daging ternak. Padahal menurut dia, propaganda itu keliru.

“Memang betul ada kaitannya dengan orang yang sakit, tapi lebih karena pola makannya (salah), bukan daging yang dimakannya (tidak sehat),” ungkapnya.

Lebih lanjut Yamin mengatakan bahwa banyak kesalahan yang ditemukan dalam pengolahan daging hewan ternak sehingga mengurangi kualitas dan rasa olahan daging tersebut.

“Karenanya ini jadi tantangan dan PR para ahli dan praktisi peternakan. Mereka dituntut memproduksi hewan ternak yang berkualitas namun harganya terjangkau oleh masyarakat,” tutup Yamin.

Baca Juga:  Saatnya Petani Rambah Sektor Hilir
loading...
loading...