Tingkatkan Produksi Telur Ayam Kampung, Begini Caranya


Pertanianku — Ayam kampung memiliki potensi untuk dikembangkan khususnya bagi peternak di pedesaan. Prospek ayam kampung memiliki keuntungan yang sangat baik jika dibandingkan dengan ternak ayam ras. Telur ayam kampung sangat dicari di pasaran karena khasiatnya dipercaya baik untuk kebugaran.

Telur ayam kampung
Foto: Shutterstock

Ayam kampung biasanya dipelihara sebagai usaha sampingan, dibiarkan lepas di halaman rumah, kebun, dan tempat sekitar kampung. Ayam kampung juga sudah menjadi tabungan hidup yang sewaktu-waktu dapat segera dijual. Tetapi dalam pengembangannya, banyak hambatan yang ditemui.

Kendala umum yang dihadapi dalam pengembangan ayam kampung ialah produktivitasnya yang sangat rendah, sistem pemeliharaan yang masih tradisional, serangan penyakit ND (tetelo), dan tata laksana reproduksi sebelum dilaksanakan. Karena itu, terdapat 4 sistem pengaturan reproduksi ayam kampung yang dikenal seperti berikut.

  1. Sistem bebas

Sistem bebas maksudnya siklus reproduksi dibiarkan berlangsung secara alami, ini sangat bergantung pada naluri induk ayam untuk melepas atau menyapih anaknya. Sebelum ternak bertelur kembali, siklus reproduksi mencapai 126 hari, yang artinya berjalan lambat.

Masa bertelur 20 hari, masa mengeram 21 hari, masa mengasuh anak 65 hari, dan masa istirahat 20 hari. Maka, dalam setahun ayam mampu bereproduksi 3 kali dengan produksi telur sebanyak 45 butir.

  1. Sistem semi-ekstensif

Dalam sistem ini, manusia ikut mengatur reproduksi. Caranya, dengan membatasi atau memperpendek waktu/masa mengasuh anak. Siklus reproduksi pada sistem semi-ekstensif memerlukan waktu 90 hari. Di antaranya masa bertelur 20 hari, masa mengeram 21 hari, masa mengasuh anak 39 hari, dan masa istirahat 10 hari. Maka, dalam setahun ayam kampung mampu bereproduksi 4 kali, dengan jumlah produksi telur sebanyak 60 butir.

  1. Sistem semi-intensif

Sistem ini prinsipnya sama dengan sistem semi-ekstensif, hanya saja masa mengasuh anak dan masa istirahat diperpendek. Siklus reproduksi memerlukan waktu 65 hari. Cara ini sangat cocok sekali untuk pemeliharaan ayam kampung di pedesaan karena mudah dilakukan, tidak memerlukan biaya tambahan dan peralatan tambahan seperti induk buatan tidak diperlukan.

Baca Juga:  Vaksin Anti Flu Burung Ayam Petelur Telah Diluncurkan

Masa bertelur 20 hari, masa mengeram 21 hari, masa mengasuh anak 19 hari, dan masa istirahat 5 hari. Maka, dalam setahun mampu bereproduksi 6 kali dengan jumlah telur 90 butir.

  1. Sistem intensif

Dalam sistem ini, pengaturan reproduksi induk ayam sangat ketat. Induk ayam hanya sebagai penghasil telur, siklus reproduksi berlangsung sangat pendek karena masa mengeram dan mengasuh anak dihilangkan dan setiap hari telur diambil. Penetasan telur dilakukan dengan alat.

Pada sistem ini yang perlu diperhitungkan adalah kemampuan bertelur ayam kampung sangat terbatas. Induk dipaksa untuk bertelur secara terus-menerus dan hal itu mudah mengganggu kesehatannya. Urutan siklus reproduksi dengan sistem intensif, yaitu masa bertelur 20 hari, masa istirahat 10 hari. Dalam setahun ayam mampu bereproduksi 10 kali, dengan jumlah produksi 180 butir.