Tingkatkan Produktivitas dengan Manajemen Pakan yang Baik


Pertanianku – Indonesia merupakan salah satu negara yang tingkat konsumsi ikannya semakin tinggi. Salah satu ikan konsumsi yang menjadi primadona adalah ikan mas. Ikan air tawar satu ini peminatnya semakin lama semakin tinggi. Hal ini jelas membuat permintaan akan benih ikan mas juga semakin banyak.

Foto: pixabay

Banyak pelaku usaha membudidayakan ikan mas, akan meminimalkan biaya produksi tetapi memaksimalkan hasilnya. Untuk itu, terdapat beberapa cara yang harus dilakukan pelaku usaha seperti dengan melakukan manajemen pakan yang baik. Cara ini sedikitnya bisa menekan 30% dari biaya produksi yang digunakan untuk membeli pakan.

Untuk itu, jenis pakan juga patut dipertimbangkan para pelaku usaha yang akan sangat bergantung dari berbagai jenis sudut pandang dan kebutuhan. Sebab, pakan yang beredar di pasaran saat ini memiliki kualitas, merek, jenis, dan harga yang bervariatif. Wawan mengaku sangat memperhatikan kualitas pakan dengan menjaga produksi ikannya. Menurut Wawan, pakan yang berkualitas biasanya dibanderol dengan harga mahal.

Pernyataan Wawan memang bukan tanpa alasan. Pakan yang mengandung protein kasar (PK) 28—30% jauh lebih efisien dibanding pakan berprotein 26%. Meski harganya lebih mahal, bagi Wawan hasil produksi yang dicapai jauh lebih baik dan masa panen lebih pendek.

“Sebagai pengguna, saya lebih memilih pakan dengan harga tinggi dan kualitas bagus,” paparnya.

Terlepas dari soal harga dan kaitannya dengan masa panen, menurut Wawan sebenarnya ada kalanya pembudidaya pun menggunakan pakan yang mengandung protein rendah.

“Kalau permintaan ikan mas cenderung sedikit, para petani biasanya mamakai pakan berprotein rendah untuk memperlambat masa panen,” terangnya.

Manajemen pakan yang baik, menurut Wawan yang terpenting adalah pakan yang diberikan sesuai takaran dan habis dimakan. Kebutuhan pakan untuk ikan mas sendiri, yakni sebesar 5% dari biomassa ikan dalam satu hari.

Baca Juga:  Dinas Pertanian Manado Bangun Tiga Kolam Ikan untuk Kelompok Tani Setempat
loading...
loading...