Tiongkok Pakai Jutaan Kecoak Untuk Mengatasi Sampah Makanan


Pertanianku — Kota-kota di Tiongkok menghasilkan banyak limbah makanan. Jumlahnya bahkan tidak cukup lagi ditampung di tempat pembuangan akhir (TPA). Namun, untuk mengatasi sampah makanan itu, Tiongkok menggunakan jutaan kecoak yang dianggap ampuh untuk menyingkirkan sisa-sisa makanan.

jutaan kecoak
Foto: Pixabay

Setidaknya ada 60 juta ton sampah yang diproduksi Tiongkok per tahunnya. Sebagian besar makanan diproses melalui fermentasi, sistem yang mahal, dan dapat mencemari lingkungan.

Di pinggiran Jinan, ibu kota Provinsi Shandong Timur, satu miliar kecoak diberi makan 50 ton sampah dapur setiap harinya–setara makanan untuk tujuh gajah dewasa.

Sampah makanan akan diantarkan ke pabrik Shandong Qiaobin Agricultural Technology Co., sebelum disalurkan melalui pipa-pipa menuju kecoak yang berada di dalam sel mereka.

Shandong Qiaobin berencana membuat tiga pabrik lagi tahun depan. Hal ini bermaksud untuk memproses sepertiga dari limbah dapur yang diproduksi di Jinan, rumah bagi tujuh juta penduduk.

Sebelumnya, sisa-sisa makanan dijadikan pakan babi. Namun, setelah wabah demam babi menyebar, hal tersebut dilarang dan akhirnya membuka industri jasa kecoak.

“Kecoak merupakan jalur bioteknologi dalam mengubah dan memproses limbah dapur,” kata Liu Yusheng, Presiden Shandong Insect Industry Association.

Menurut Li Hongyi, Direktur Shandong Qiaobin, kecoak juga merupakan sumber protein yang baik bagi babi dan ternak lainnya. “Ini seperti mengubah sampah menjadi sumber daya,” ujarnya.

Baca Juga:  Tangan Kreatif Sulap Wadah Jagung Jadi Instrumen Musik