Tipe-tipe Kolam Filter untuk Ikan Nila

Pertanianku — Kolam merupakan wadah untuk ikan hidup dan membesar serta merupakan perangkat penting dalam proses pemeliharaan. Kolam tanah untuk pembesaran ikan nila harus dilengkapi oleh kolam filter air yang berfungsi untuk menjamin kualitas pasokan air yang masuk ke kolam. Ada beberapa tipe kolam filter yang bisa Anda pilih, berikut ulasannya.

kolam filter
foto: pertanianku

Kolam filter tipe 1

Kolam atau bak filter dibagi menjadi dua bagian, yakni kolam treatment dan kolam pengendapan. Kedua kolam tersebut berfungsi untuk memperbaiki kualitas air kolam. Pada kolam pengendapan akan diberi beberapa sekat sehingga membentuk saluran kecil yang berliku-liku. Partikel besar dalam air yang melalui kolam ini akan mengendap. Ketika sudah melalui kolam ini, kondisi air cenderung lebih jernih atau secara fisik sudah terbebas dari kotoran.

Loading...

Setelah melalui kolam pengendapan, air akan dialirkan ke kolam treatment yang sudah dilengkapi oleh tanaman air, batu karang, atau arang. Kolam treatment juga diberikan aerasi untuk meningkatkan kadar oksigen terlarut di dalam air. Air yang sudah melewati kolam treatment akan berkualitas lebih bagus.

Kolam filtrasi ini harus dibersihkan rutin secara berkala karena banyaknya partikel besar yang mengendap. Biasanya kolam filtrasi dibersihkan setiap 3 bulan sekali.

Kolam filter tipe 2

Filter air terdiri atas sepertiga bagian. Bagian pertama adalah penyaringan bahan-bahan kotoran atau sampah besar. Bagian kedua, digunakan untuk menyaring kotoran yang berukuran kecil atau lembut. Sementara, bagian ketiga berisikan bahan-bahan yang bersifat menyerap amoniak dan zat-zat lain yang merugikan jika terus dialirkan ke kolam.

Filtrasi amoniak sangat penting dilakukan karena biasanya air yang dialirkan ke kolam tanah ikan nila adalah air yang berasal dari pengairan bekas persawahan yang mengandung zat-zat tersebut.

Baca Juga:  Tips Memberikan Pakan Ikan Nila yang Tepat dan Menguntungkan

Ukuran filter mengikuti besarnya ukuran kolam. Misalkan, ukuran luas kolam adalah 100m2 maka filter yang digunakan sebaiknya memiliki luas 10—15m2. Pada bagian filter yang menyaring kotoran kasar atau sampah berukuran besar biasanya menggunakan bahan berupa batu bata yang dibentuk berlapis seperti tembok tanpa menggunakan semen, atau dapat menggunakan jaring.

Sementara, untuk menyaring kotoran kecil biasanya menggunakan kerikil atau pecahan batu bata. Untuk kolam terakhir yang menyerap zat-zat merugikan, biasanya menggunakan batu kapur atau zeolit.

Loading...
Loading...