Tips Agar Pohon Buah Melon Rajin Berbuah

    Pertanianku — Pohon buah yang rajin berbuah adalah salah satu harapan hobiis yang menanam buah di pekarangan rumah. Buah tersebut nantinya akan dikonsumsi sendiri atau bahkan dijual untuk dijadikan buah komersil. Untuk mendapatkan pohon buah yang rajin berbuah, Anda harus melakukan perawatan dengan intens, begitu juga dengan pohon buah melon.

    pohon buah melon
    foto: pexels

    Pohon buah yang berasal dari lembah panas Persia atau daerah Mediterania ini disukai karena rasanya yang manis dan segar. Anda sebenarnya bisa menanamnya sendiri di rumah dijadikan tabulampot (tanaman buah dalam pot). Anda bisa menanamnya secara organik ataupun nonorganik. Berikut ini beberapa tips agar buah melon yang Anda tanam rajin berbuah.

    Penyiraman

    Loading...

    Lakukan penyiraman sebanyak dua kali sehari atau saat media tanam sudah terlihat kering. Penyiraman pohon buah melon sebaiknya dilakukan pada pagi dan sore hari. Hindari penyiraman saat matahari sedang terik. Pada fase awal penanaman sampai membentuk ruas daun sebanyak 12—17 pasang, tanaman membutuhkan air yang cukup banyak sehingga penyiraman harus dilakukan setiap hari. Saat tanaman sudah memasuki fase berbunga, penyiraman bisa dikurangi menjadi dua hari sekali.

    Selanjutnya, pada fase setelah penyerbukan bunga, air yang dibutuhkan cukup banyak untuk pembentukan buah sehingga penyiraman harus dilakukan setiap hari. Pada fase pembesaran buah hingga panen, kurangi penyiraman agar buah tumbuh besar dengan rasa yang manis.

    Pengajiran

    Gunakan ajir berupa benang kasur. Pasang dua utas setiap potnya, gantung tegak lurus pada pot. Pemasangan benang dapat dilakukan dua-tiga hari sebelum tanam.

    Pelilitan dan pewiwilan

    Pelilitan dilakukan agar memudahkan Anda dalam perawatan dan seleksi buah. Pelilitan juga berfungsi untuk mencegah pohon agar tidak mudah roboh terkena angin atau hujan serta pertumbuhan tanaman akan lebih teratur. Sementara, pewiwilan adalah pemangkasan sulur, tunas, atau cabang yang merugikan karena tumbuh pada ketiak daun.

    Baca Juga:  Kelebihan Jambu Air Madu Deli, Jambu Semanis Madu Tidak Berbiji

    Penyerbukan bunga

    Ruas daun ke-11 hingga ruas ke-15 dibiarkan tumbuh untuk dijadikan tempat munculnya calon buah yang akan dibesarkan. Sebenarnya, penyerbukan bisa berlangsung secara alami dengan bantuan lebah madu.

    Namun, penyerbukan bisa dilakukan dengan bantuan manusia. Caranya, ambil bunga jantan, lalu serbukkan sari bunga jantan dengan cara disapukan atau ditempelkan ke kepala putik bunga betina. Penyerbukan bisa dilakukan saat tanaman sudah berumur 40 minggu setelah tanam.

    Pemilihan buah

    Pilihlah salah satu pentil buah yang tumbuh pada cabang ke-11 hingga ke-15 saat buah sudah berukuran sebesar bola pingpong. Cabang yang membawa buah terpilih dipangkas ujungnya dan disisakan satu helai daun saja agar pertumbuhan buah optimal.

    Pemupukan

    Pemupukan dilakukan dengan cara dibuat riak di sekeliling tanaman dengan kedalaman 5—10 cm. Gunakan pupuk NPK yang ditaburkan ke dalam garitan, lalu ditutup dengan tanah agar tidak menguap.

     

     

    Loading...
    Loading...