Tips agar Tidak Kecewa Saat Beternak Ayam Kampung

Pertanianku — Secara teknis, beternak ayam kampung lebih mudah dibandingkan ternak ayam ras. Hal ini karena daya adaptasi terhadap lingkungan yang dimiliki ayam kampung jauh lebih tinggi. Hanya, tingkat produktivitas ayam kampung masih terbilang rendah, baik telur maupun dagingnya.

beternak ayam kampung
foto: Pertanianku

Salah satu cara agar tidak kecewa adalah menerima kenyataan jika hasil yang didapatkan tidak sebanyak beternak ayam ras. Masih ada beberapa cara agar tidak merasakan kecewa dari beternak ayam kampung, simak ulasan berikut ini.

Sabar dan kuasai seluk beluk ayam kampung

Ayam kampung merupakan makhluk hidup yang harus dimengerti setiap seluk-beluk hidupnya agar dapat bertahan hidup dan tumbuh besar dan bisa dijual. Jangan samakan ayam kampung dengan alat produksi mati seperti sepatu atau sabun. Saat beternak ayam kampung, Anda sudah harus memahami risiko jika ayam tersebut tidak dipelihara dengan baik, dapat mati sehingga tidak bisa menghasilkan keuntungan untuk Anda.

Berbisnis benda hidup yang memiliki nyawa memang lebih riskan. Pasalnya, Anda tidak bisa benar-benar memastikan ayam kampung terus hidup hingga waktu panen. Hal yang dapat Anda lakukan hanya merawatnya dengan penanganan yang benar.

Pengembalian modal relatif lambat

Kegiatan usaha peternakan ayam kampung merupakan usaha yang memerlukan waktu pengembalian yang relatif lambat, tetapi Anda harus memiliki modal kerja yang memadai. Jika Anda tertarik untuk mulai beternak, pertimbangkan masak-masak terkait waktu pengembalian modal investasi yang berjalan lambat. Modal baru bisa kembali minimal setelah usaha berjalan selama 3—4 tahun, tetapi itu juga bergantung pada skala usaha yang dilakukan.

Jika modal yang dimiliki terbatas, lakukan usaha secara bertahap saja seperti memulai usaha dari skala kecil sambil belajar.

Baca Juga:  Langkah Mudah Mengefisiensikan Biaya Produksi Ternak Ayam Kampung

Manusia yang mengelola merupakan penentu untung rugi

Terkadang, banyak peternak yang kecewa karena usaha ternak ayam kampung yang dipeliharanya tidak sesuai dengan harapan, padahal ada banyak contoh peternak yang sukses. Kegagalan yang didapatkan bukan karena ayam kampungnya tidak laku, melainkan karena kemampuan peternak yang mengelola peternakan. Oleh karena itu, kemampuan peternak merupakan faktor penting yang menentukan untung atau rugi.

 

 

 


loading...