Tips Ampuh Agar Tanaman Cabai Tidak Layu


Pertanianku — Sebagai petani tanaman cabai, Anda tentu mengharapkan semua tumbuhan yang Anda tanam di lahan dapat menghasilkan produksi yang baik. Sayangnya, tidak sedikit penyakit yang senantiasa mengintai tanaman cabai, salah satunya adalah penyakit layu. Lantas, bagaimana jika hal itu terjadi? Adakah tips agar tanaman cabai tidak layu?

tips agar tanaman cabai tidak layu
Foto: Dok. Pertianku

Jawabannya ada! Yuk, simak tips-tips ampuh berikut ini supaya tanaman cabai Anda tidak layu dan menghasilkan buah yang lebat.

  1. Pakai benih cabai varietas unggul

Kita patut bersyukur karena telah hidup di zaman canggih, dimana benih cabai pun sudah bisa diketahui sifat dan karakteristiknya. Jadi, ada baiknya Anda menanam benih cabai yang berkualitas unggul. Tanamlah benih cabai yang memang telah terbukti memiliki ketahanan yang baik terhadap penyakit layu. Misalnya, Anda bisa memilih benih cabai F1 Kiyo, Dewata 43, F1 Rimbun 3, F1 Flash, atau F1 Bhaskara.

  1. Berikan pupuk secara seimbang

Tanaman cabai membutuhkan pupuk sebagai sumber nutrisinya. Pupuk ini harus diberikan secara tepat sesuai jadwal pemupukan yang telah ditentukan. Khusus pada saat musim penghujan, Anda sebaiknya menggunakan pupuk yang tidak terlalu banyak kandungan unsur nitrogen guna mencegah serangan penyakit. Unsur nitrogen ini dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman cabai, tapi pembentukan seratnya rendah.

  1. Berikan pupuk kandang yang matang

Anda tidak boleh memberikan pupuk kandang secara sembarangan. Pupuk ini harus diberikan menurut aturan supaya dapat memberikan manfaat bagi tanaman cabai. Pupuk kandang yang akan diberikan harus dipastikan kondisinya sudah matang sempurna. Gunakan pupuk ini dalam dosis yang cukup sesuai usia tanaman agar tidak berlebihan.

  1. Berikan kapur pertanian secukupnya

Kapur pertanian (dolomit) berguna untuk meningkat derajat keasaman tanah. Apabila derajat keasaman (pH) tanah terlalu rendah, tanaman akan berpotensi besar terserang oleh penyakit layu. Oleh karena itu, dolomit wajib diberikan pada saat proses pengolahan tanah sebelum penanaman bibit cabai dilaksanakan.

  1. Tanam pada jarak yang ideal
Baca Juga:  Cara Praktis Menanam Terong di Polibag

Idealnya, tanaman cabai ditanam dengan jarak antara 65 × 65 cm hingga 70 × 70 cm tergantung jenis dari tanaman cabai tersebut. Penanaman dalam jarak tanam yang terlampau rapat menyebabkan kondisi lahan menjadi lembap. Tingkat kelembapan udara yang tinggi ini memicu tumbuhnya virus penyebab penyakit layu.

  1. Basmi gulma yang tumbuh di lahan

Gulma tidak hanya mengganggu tanaman cabai dengan menjadi pesaing dalam menyerap air dan nutrisi yang terkandung di dalam tanah, tetapi juga bisa menjadi sarang bibit penyakit. Gulma yang tumbuh subur di lahan juga akan meningkatkan kelembapan udara. Lahan dengan kondisi ini sangat disukai virus dan bakteri. Karena itu, Anda harus rutin membasmi gulma, baik melalui metode mekanik maupun kimiawi.

  1. Buat drainase yang memadai

Kunci utama agar tanaman cabai terhindar dari penyakit adalah mengupayakan kondisi lahannya tidak terlalu lembap. Virus dan bakteri hanya dapat tumbuh di tempat-tempat yang cukup lembap. Anda sebaiknya membuat drainase untuk mencegah terjadinya kelembapan lahan. Buatlah drainase yang berukuran lebar 40 cm dan kedalaman 40 cm.