Tips Ampuh Atasi Sifat Kanibalisme Ikan Lele


Pertanianku — Pada budidaya ikan lele kita mengenal berbagai masalah yang mana di antaranya adalah mudah stres, penyakit aeromonas, dan sifat kanibalisme yang suka memangsa sesama jenisnya. Untuk masalah kanibalisme inilah yang kadang tidak disadari para pemula. Tentunya jika Anda ingin memulai budidaya ikan lele, sebaiknya memahami terlebih dahulu cara mengatasi sifat kanibalisme ikan lele tersebut.

sifat kanibalisme ikan lele
Foto: Google Image

Penyebab kanibalisme ada ikan lele sangat beragam. Kita perlu memilahnya satu-satu untuk kemudian dicari solusinya. Berikut beberapa tips cara mencegah kanibalisme ikan lele.

  1. Jangan membudidayakan lele di air jernih

Jika hanya memelihara 1 ekor ikan lele di akuarium, tentunya tidak akan masalah walau air dijadikan sejernih mungkin. Masalahnya adalah jika Anda memelihara banyak ikan lele sekaligus pada kolam yang airnya jernih, ini akan menyebabkan ikan lele yang satu melihat ikan lele lainnya. Apabila ia lapar, akan menyerang kawannya sendiri karena ikan lele ini dikenal sangat rakus dan kanibal.

Oleh karena itu, sebelum memelihara ikan lele, siapkan terlebih dahulu air kolam agar menjadi hijau dengan cara mendiamkan selama 1—4 minggu dengan diberi pupuk kandang di dasar kolam serta tambahan probiotik. Air kolam yang hijau ini akan membatasi jarak pandang ikan lele sekaligus menjadi pakan alami ikan lele karena di dalamnya terkandung ganggang hijau dan plankton.

  1. Jangan pernah terlambat memberikan pakan di jam biasa

Anda yang sudah sering memberikan pakan pada jam-jam tertentu, usahakan jangan pernah terlambat memberikan pakan terutama jika lele sudah berusia satu bulan ke atas. Ikan lele yang rakus ini cepat lapar dan berusaha memakan apa saja di sekitarnya untuk segera mengenyangkan perutnya termasuk memakan kawannya sendiri.

  1. Rutin melakukan penyortiran ukuran ikan lele
Baca Juga:  Panen Patin Tanpa Bau Lumpur

Metode ini memang agak merepotkan, tetapi berhasil dengan efektif. Bagi Anda yang tak ingin terlalu repot, lakuan penyortiran tiap 1—2 minggu sekali pada ikan lele berusia di bawah 1 bulan untuk disamakan ukurannya. Setelah itu, baru dipindahkan ke kolam pembesaran, yakni lele yang sudah di atas satu bulan.

Ikan lele yang berbeda ukuran akan lebih berpotensi melakukan kanibalisme. Ikan yang lebih besar akan menjadi predator dengan memakan kawannya yang lebih kecil. Untuk itu, ada baiknya Anda memiliki 2 jenis kolam, yakni kolam sebelum usia 1 bulan dan kolam pembesaran untuk usia di atas 1 bulan.

  1. Memberikan azola pada kolam

Azola bermanfaat untuk menjadi pakan alternatif ikan air tawar termasuk lele. Ia juga bisa menjadi makanan pengganjal perut ikan lele yang kelaparan. Azola mudah berkembang di kolam ikan air tawar. Namun, pada kolam lele akan cepat habis dimakan. Anda bisa membuat kolam kecil khusus azola untuk kemudian diumpankan pada lele.